Thursday, October 1, 2020

HamsterCare101: Apa yang Salah dari Cara Merawat Hamster di Indonesia?

Hello. Welcome back to Velini’s Personal Blog. Yeay!

Kali ini aku mau bahas tentang cara merawat salah satu hewan peliharaan yaitu hamster.

Loh kenapa tiba-tiba bahas hamster di blog ini?

Jadi ceritanya sebulan yang lalu, aku memutuskan untuk mengadopsi hamster karena aku kesepian. Nah, sebelumnya nih aku memang udah berniat adopsi hamster sejak lama, mungkin dari waktu awal-awal karantina tapi karena duitnya belum ada jadi ditunda dulu. Sambil nabung, aku riset sendiri buat nyari tahu tentang pemeliharaan hamster, mulai dari kandang sampe mainannya. Aku suka bacain artikel di web, liat postingan orang-orang di twitter, nonton youtube sampe diskusi sama orang-orang yang udah melihara hamster sebelumnya. Iya, sampe segitunya persiapanku sebelum adopt hammy karena takut salah-salah pas meliharanya dan worst case: mati. I really don’t want that to happen


Meet Gumball, my beloved hammy.

Aku ga mau mengulangi kejadian yang sama waktu dulu pertama kali melihara hamster. Dulu aku melihara dua ekor dan satunya dimakan sama temennya sendiri sampe mati (yap, karena mereka kanibal dan tidak boleh diletakkan dalam satu kandang yang sama) dan yang satu lagi mati karena kandangnya lupa dimasukin ke dalam rumah dan kena hujan. Sumpah itu yang kena hujan kasian bgt, aku masih merasa bersalah sampe sekarang. Jadi keinget gimana hammy nya menggigil kedingingan waktu itu:’(

Akhirnya setelah banyak belajar, aku mengambil kesimpulan: melihara hamster perlu banyak duit karena mereka perlu perawatan khusus. Selain itu ternyata banyak banget hal-hal yang ga bener yang dilakukan orang Indonesia dalam memelihara hamster. Sumpah sedih waktu baca-bacain artikel tentang cara memelihara hamster yang baik dan benar sambil mikirin gimana realitanya di sini. Aku mikir, orang-orang kok tega melihara hamster tapi ga punya pengetahuan dulu sebelum melihara? Asal ada kandang sama makanan, udah deh, mereka adopt hamster. Trus orang-orang juga suka mandiin dan jemur hamsternya. Ada lagi yang bikin satu kandang kecil buat banyak hamster. BRO KALIAN SEHAT GA?? Kasian cuy, itu makhluk hidup loh. Mereka bukan boneka tapi kenapa seolah-olah mereka itu mainan?

Nah kan jadi ngegas.

Yaudah deh, jadi apa aja hal-hal yang salah tentang hamster care yang sering terjadi di Indonesia? Berikut aku rangkum dalam beberapa poin penting. Tapi sebelumnya, reminder sedikit : aku bukan expert karena aku juga masih belajar. Aku cuma mau sharing tentang beberapa hal yang udah dipelajari.

  • Kandang yang terlalu sempit

Hamster owner di Indonesia suka memakai kandang besi kecil yang dijual di pet shop atau di pasaran. Ada lagi yang lebih parah, mereka cuma pakai kardus atau box ice cream atau box apapun yang ada untuk dijadikan kandang hamster. Kandang yang dipake ini terlalu kecil, malah sangat kecil untuk hamster. KPHI (Komunitas Pecinta Hamster Indonesia) menyarankan kandang hamster yang proper itu luasnya minimal 3000cm2, lebih luas maka akan lebih bagus. Kebanyakan kandang yang dijual di pet shop adalah kandang besi yang tingginya bisa sampai 3 tingkat tapi kenyataannya hamster tidak butuh kandang yang tinggi untuk memanjat (karena mereka terrible climbers). Mereka butuh KANDANG YANG LUAS untuk lari-larian. 

  •  Menggunakan kandang besi untuk hamster

Masih terkait dengan kesalahan pertama tadi yang mana orang-orang masih suka memakai kandang besi untuk kandang hamster. Kandang jenis ini tidak bagus untuk hamster. Mereka suka menggigit dan besi tidak bagus untuk gigi mereka. Kalau keseringan gigit besi, gigi mereka bisa patah. Sedangkan hamster sangat membutuhkan gigi mereka untuk makan. 

Tapi katanya besi itu bagus untuk mengasah gigi hamster?”

NO.

Hamster memang harus mengasah giginya selalu supaya tidak tumbuh terlalu panjang, tapi bukan diasah pakai besi. Lalu bagaimana caranya? Pakai apa? Disarankan menggunakan kayu seperti stik kayu es krim atau bisa juga kalian beli mainan khusus untuk gigitan hamster di pet shop atau e-commerce.

Ada beberapa pilihan untuk membuat kandang yang layak bagi hamster, diantaranya yaitu dari aquarium (kaca), container box ukuran 70 – 150 liter atau DIY dari papan infraboard. Untuk hamsterku sendiri, aku memilih DIY dari papan infraboard karena ini adalah opsi termurah bagiku, tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya (kaum misqin harus kreatif yakan wqwq).


Gambar: kandangnya Gumball yang dirakit sendiri dari papan infraboard ukuran 50x75 cm 


  • Diameter wheels  yang terlalu kecil

Wheels atau roda putar adalah wajib hukumnya untuk hamster. Di alam liar, hamster pada umumnya bisa berlari hingga jauh sekali. Nah karena kandang yang kita gunakan tidak mungkin untuk hamster berlari hingga bermil-mil, wheels adalah pilihan terbaik. Mereka bisa berlari sepuasnya di roda putar. Selain itu, wheels juga penting untuk mencegah hamster dari obesitas. Jadi mereka harus tetap olahraga ya biar ga kegendutan^^

Tapi, ada satu hal yang harus diperhatikan yaitu diameter roda putar yang digunakan untuk hamster. Beda jenis hamster beda pula besar roda yang dibutuhkan. Untuk jenis dwarf seperti robo, campbell, dan winter white, minimal diameter yang disarankan adalah 15 – 20 cm, lebih besar lebih baik. Sedangkan untuk syrian, minimal 20 – 30 cm dan lagi, lebih besar lebih baik. Kenapa harus besar? Karena wheel yang diameternya kecil dapat menyebabkan cedera tulang belakang pada hamster. Pada saat hamster naik di wheel, punggung mereka harus bisa lurus tidak membengkok (karena rodanya kekecilan).

Tapi kebanyakan wheels yang dijual di pasaran ukuruannya kecil, cuma 15 cm paling gede. Nyari wheels yang gede susah, kalo ada pun harus order dari luar negeri dan mahal.

Sekali lagi diingatkan, kalau mau pelihara hamster, harus mempersiapkan uang sedari awal karena biaya perawatan mereka tidak sedikit. Tapi kalau keuangan kalian kurang memadai, bisa DIY alias bikin sendiri (kayak aku, karena aku misqin ok). 


Ini contoh wheels yang aku buat sendiri dengan modal 0 rupiah saja karena semua bahan sudah tersedia di rumah hehe.

  •  Meletakkan hamster lebih dari satu dalam kandang yang sama

Dalam memelihara hamster, sangat tidak disarankan untuk meletakkan lebih dari satu ekor hamster dalam satu kandang. Ada beberapa pengecualian untuk robo namun mereka hanya boleh MAKSIMAL 2 EKOR dalam satu kandang dan HARUS BERJENIS KELAMIN YANG SAMA. Selain itu, tolong, jangan pernah menggabungkan hamster dalam satu kandang.

Ada dua alasan utama kenapa para pecinta hamster melarang hamster owner untuk menggabungkan hamster dalam satu kandang: overpopulasi dan kanibalisme.

Ketika hamster jantan dan betina digabungkan, otomatis mereka akan kawin. Setelah kawin, akan lahir beberapa ekor bayi hamster, bisa hingga 9 ekor. Nah setelah bayi-bayi tersebut lahir, apakah kalian mampu untuk merawatnya dengan standar yang sudah ditetapkan? Tentunya biaya akan membengkak, karena satu ekor hamster saja sudah cukup menguras kantong apalagi jika mereka berkembang biak.

Alasan lainnya adalah kanibalisme. Sudah menjadi pengetahuan umum jika hamster adalah hewan kanibal. Mereka dapat membunuh dan memakan sesama hamster. Kalau dua hamster diletakkan di dalam satu kandang yang sama, percayalah mereka akan saling membunuh :) terkecuali untuk beberapa jenis hamster yang disebutkan di atas tadi, ya. 

“Tapi kasian kalo hamsternya sendirian di kandang, dia kesepian gaada temen.”

“Kalo dia birahi gimana? Kasian kalo dia ga kawin.” 

Ayo coba diingat ini ya, hamster itu hewan teritorial dan tidak butuh teman. Mereka tidak suka berbagi wilayah dengan hamster lainnya. Selain itu hamster tidak akan kenapa-kenapa jika tidak dikawinkan. Mereka akan baik-baik saja seumur hidupnya tanpa harus kawin. Jadi jangan menggabungkan hamster lagi ya, pelihara satu ekor saja sudah sangat cukup kok. Kecuali jika kalian mampu untuk membiayai lebih dari satu hamster ya.

  • Menggunakan pasir wangi

Hamster adalah hewan yang peka terhadap bau dan bunyi, namun memiliki penglihatan yang buruk. Oleh karena itu mereka mengandalkan penciuman dan pendengaran mereka untuk bertahan hidup. Karena kepekaan mereka terhadap bau inilah seharusnya mereka tidak diberi pasir wangi di kandang karena ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan pada hamster. 

“Lebay banget, pasir wangi doang.”

“Kalo ga pake pasir wangi kandangnya bau pesing.” 

Ini tidak lebay, please. Memang benar hamster itu sensitif sekali, makanya kalau belum siap jangan pelihara dulu. Masalah bau kandang, sebagai owner yang baik kalian harus rajin mengganti bedding dang membersihkan kandang. Kalau dua hal tersebut dilakukan dengan benar maka percayalah kandang hamster tidak akan bau pesing jadi pasir wangi sudah tidak dibutuhkan lagi.

  • Hamster tidak boleh dimandikan!!!!!

Satu lagi hal yang sangat fatal akibatnya tapi masih banyak dilakukan oleh orang-orang adalah memandikan hamster. 

“Hamsterku bau jadi aku mau mandiin biar wangi.” 

PLEASE NO. Hamster TIDAK PERLU dan TIDAK BISA dimandikan. Mereka bisa membersihkan diri sendiri di pasir yang disediakan jadi tidak perlu air untuk membersihkannya. Kalau hamster dimandikan, mereka bisa mati, loh :(

  • Hamster juga tidak boleh dijemur

Hamster di alam liar adalah hewan yang hidup di bawah tanah atau di terowongan. Mereka jarang sekali berada di atas terkena sinar matahari oleh karena itu ketika merawat hamster juga tidak perlu dijemur. Mereka bukan tipe hewan yang harus dijemur kok. Selain itu, jangan sekali-sekali meletakkan kandang hamster di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Mereka tidak tahan panas. Jika kalian nekat menjemur hamster, siap-siap saja hamsternya mati.

  • Mengawinkan hamster sembarangan

Terakhir, banyak orang-orang yang mengawinkan hamster peliharaannya sembarangan dengan alasan: ingin menambah beberapa ekor biar semakin lucu, ingin dijual, ingin mendapatkan keturunan yang sesuai keinginan (misal: belang tiga, hairless hamster, dll). Jika tidak punya ilmu tentang breeding dan bagaimana cara merawat hamster yang hamil hingga melahirkan, please stop mengawinkan hamster. Resiko cacat akan lebih besar jika tidak tau genetik hamster, apalagi jika beli sembarangan di pasar atau pet shop. Kita tidak tahu riwayat penyakit dan genetika hamster tersebut jadi bagaimana mau mengawinkannya? Hamster expert juga sudah lelah memberitahu orang-orang bahwa tanpa pengetahuan yang cukup, jangan coba-coba mengawinkan hamster hanya karena “mau bayi hamster yang lucu”. Mengawinkan hamster tidak segampang menyatukan betina dan jantan dalam satu kandang ya, teman-teman :)

Nah, itu dia beberapa hal yang salah dalam merawat hamster. Sekali lagi aku ingatkan kalau aku bukan expert dalam hal memelihara hamster, aku hanya ingin berbagi pengetahuan dan meluruskan beberapa hal yang selama ini keliru. Jika ada kesalahan atau apa pun, aku terbuka untuk diskusi tentang hamster jadi silahkan tinggalkan komentar di postingan ini ya^^

Ohya, aku mau kasih rekomendasi channel youtube untuk perawatan hamster. Favoritku sih dari Victoria Raechel sama ErinsAnimals. Untuk DIY hamster wheels, aku ngikutin panduan dari video ini.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat!

Bye bye~

Share:

Thursday, July 23, 2020

Review : He Won’t Kill, She Won’t Die / Korosanai Kare to Shinai Kanojyo (Japanese Movie 2019)

Gimana rasanya kalo kalian pengen bunuh diri dan malah ketemu sama cowok yang beneran pengen bunuh kamu?

[sumber gambar: asianwiki]


Trigger warning: suicide, wrist cut. Do not proceed if you are not comfortable with these issues.

Note: tulisan ini spoiler free, jadi aman untuk pembaca yang benci spoiler.

 

Movie details

Title: He Won't Kill, She Won't Die / Korosanai Kare to Shinanai Kanojyo / 殺さない彼と死なない彼女

Release date: November 15, 2019

Director: Keiichi Kobayashi

Writer: Seikimatsu (manga), Keiichi Kobayashi

Cast: Shotaro Mamiya, Hinako Sakurai, Yuri Tsunematsu, Mayu Hotta, Yumena Yanai, Yutaro, etc

Sinopsis:

Rei Kosaka adalah cowok SMA yang hidupnya membosankan. Dia tidak tertarik pada apa pun dan siapa pun, padahal parasnya cukup tampan. Suatu hari ia melihat teman sekelasnya, Nana Kano, sedang mengais tempat sampah. Ia pun memperhatikan Nana, dan merasa heran apa yang diperbuat gadis itu. Rupanya Nana sedang mengambil lebah yang sudah mati. Ia berniat ingin menguburkan lebah itu. Rei yang penasaran pun mengikuti gadis itu ke tempat ia menguburkan lebah tersebut. Nana ternyata adalah seorang yang pendiam dan tidak mempunyai teman. Ia benci dirinya sendiri dan berulang kali mencoba memotong nadinya. Rei pun tertarik dan mengajukan diri untuk membunuh Nana.

Ada pula sepasang siswa yaitu Yachiyo dan Nadeshiko. Nadeshiko adalah gadis yang menyukai Yachiyo namun tidak sebaliknya. Gadis itu selalu mengatakan “aku suka padamu” setiap hari pada Yachiyo namun selalu ditolak. Meskipun begitu ia tidak marah atau pun kecewa karena ia sudah tahu jawaban Yachiyo. Ia sudah terbiasa ditolak. (Ini tipikal film Jepang banget sih, patriarchy at its finest. Selalu aja cewek yang ngejar-ngejar si cowok)

Sementara itu, Kyapiko adalah gadis cantik yang punya banyak mantan. Sebelum ia diputuskan oleh pacarnya, ia selalu memutuskan pacarnya tersebut karena ia tidak ingin sakit hati. Kyapiko punya seorang sahabat, Jimiko, dan ia selalu bertanya pada Jimiko apakah ia adalah gadis paling imut. Jimiko yang sudah lelah dengan pertanyaan Kyapiko hanya mengiyakan saja pertanyaan tersebut. Jimiko terkesan sudah bosan dengan Kyapiko yang terlalu over-confident dengan keimutannya, tapi sebenarnya ia sayang pada Kyapiko. Ketika teman-teman sekelas mereka mengejek Kyapiko, ia membela Kyapiko.

Itu kira-kira sinopsis film He Won’t Kill, She Won’t Die ini. Ada tiga cerita berbeda dalam film ini yang masih berkaitan satu sama lain. Review kali ini akan fokus pada dua hal, apa yang aku suka dan tidak suka dari film ini. Dari point-point plus dan minus inilah aku akan sekalian ngebahas hal-hal yang perlu dibahas (?). Ohya, karena aku suka dengan dialog yang ada di film ini, aku akan tulis beberapa quotes favoritku diakhir postingan.


What I like about this movie:

-The cinematography and the scene

Tiga puluh menit pertama film ini mengingatkanku dengan filmnya Mahiro Takasugi yang berjudul The Time of Backlights / Gyakko no Koro karena cinematography-nya yang “kalem”, ga grasak-grusuk. Ternyata, kedua film ini memang disutradarai oleh orang yang sama, yaitu Keiichi Kobayashi. Mungkin bagi beberapa orang pengambilan gambarnya dirasa membosankan karena hampir seluruh adegan di film ini diambil dengan satu kali take. Maksudnya disini dalam satu adegan yang melibatkan beberapa dialog, kameranya hanya mengambil gambar dari satu sudut jadi satu scene itu jadi panjang. Namun percayalah, ketika kalian menyadari betapa indahnya setting yang diambil dengan cinematography yang “selow”, film ini akan sangat memanjakan mata. Latarnya lumayan aesthetics menurutku, ada rooftop sekolah pastinya, seperti kebanyakan film anak sekolahan di Jepang, ada pula setting di lahan pertanian, cafe, kuil, dan lainnya.

-The chemistry between the main leads

Shotaro Mamiya dan Hinako Sakurai berhasil membawakan peran masing-masing dengan baik. Yaa, ga heran sih, soalnya keduanya bukan pendatang baru dalam dunia akting. Aku udah nonton beberapa film dan drama mereka sebelumnya, seperti Shotaro Mamiya di Waterpolo Yankees dan Hinako Sakurai di Marmalade Boy, Lost ID, We Love, trus Momikeshite Fuyu juga. Both are two of my favorites, to be honest. Dan habis nontonin ini jadi pengen nonton dramanya Shotaro sama Yuto yang tayang awal tahun lalu, Boku wa Doko Kara. Lumayan, ada dua ikemen main drama bareng, yang ngisi ost nya juga HSJ.

Tetapi yang paling bikin gregetan adalah bagaimana chemistry yang dibawakan keduanya dapat membuat penonton gemas. Dua karakter ini bisa menjadi satu dengan dialog-dialog yang dibawakan. Kalimat seperti “Mati sajalah kau” atau “Kau jelek sekali” yang diucapkan Rei pada Nana berulang kali tidak lagi terdengar seperti ucapan yang kejam, malah menjadi suatu karakteristik hubungan mereka.








[sumber gambar: Instagram film korokareshikano]

Selain itu, walaupun Rei ini adalah tipe cowok tsundere seperti kebanyakan karakter main lead di film Jepang, sang heroine Nana malah bukan tipe cewek lenjeh. Tidak seperti kebanyakan heroine di film lainnya, Nana adalah tipe yang tidak suka dengan cowok seperti Rei. Tapi perlahan karena seringnya waktu yang dihabiskan bersama, akhirnya mereka dekat dan saling curhat.

Perhatian-perhatian kecil yang diberikan Rei ke Nana membuat gadis itu luluh juga, memang dasar cewek haha. Seperti diawal-awal ketika mereka pertama ketemu, Nana sedang menguburkan lebah di halaman sekolah. Tiba-tiba Rei datang membawa es krim.

Dia pun nanya, “Kamu udah kasitau hal yang kamu benci (orang-orang), sekarang coba kamu kasitau aku apa yang kamu suka. Kamu suka coklat atau vanila?”

“Vanila.”

“Kamu benci coklat?”

“Engga, aku suka.”

“Jadi coklat gapapa nih?”

“Gapapa kok.” Rei pun memberikan es krim coklat ke Nana. Look how sweet is he? Padahal baru kenal loh. Cowok tsundere tuh emang bikin gemes>,<

Dialog-dialog dan interaksi antara Rei sama Nana ini bener-bener bikin ga bisa move on, saking cute-nya. Mereka kaya pasangan yang malu-malu tapi mau gitu. Fix, ini Shotaro – Hinako kapal baru.

-A melodrama with a unique plot

Walaupun film ini adalah love story tapi sama sekali tidak cheesy dan cliche. Tema yang dibawakan pun menurutku sedikit unik, karena membahas tentang anak SMA yang ingin bunuh diri. Belum lagi plot yang tersusun rapi, dengan sedikit ‘kejutan’ di akhir. Nah, saran dariku, jangan bosen dulu nonton diawal sampai pertengahan, karena di 30 menit terakhir bakal ada sesuatu yang lumayan seru dan bikin kaget. Jadi, jangan drop di pertengahan ya!

-Ada tiga pasangan yang diceritakan disini namun cerita tetap difokuskan pada pasangan Rei – Nana.

Film ini menceritakan tiga kisah yang berbeda tapi mereka tidak kehilangan fokus. Mereka ini masih bisa mempertahankan fokusnya pada dua karakter utama yaitu Rei dan Nana. Walaupun kisah cinta Yachiyo dan Nadeshiko cukup manis, tapi mereka tidak stealing the attention. Untuk sedikit bocoran, dua kisah lainnya yaitu Kyapiko – Jimiko dan Yachiyo – Nadeshiko, masih saling berhubungan dengan kisah utamanya. Seperti pendapatku di poin sebelumnya, alurnya cukup epik sih, gimana ntar dikasih tau kalau dua side story ini nyambung ke ceritanya Rei – Nana.

-Makna dari judul film

Jujur, pertama kali pengen nonton ini karena judulnya yang menarik: He Won’t Kill, She Won’t Die. Aku jadi penasaran, ini filmnya sadis apa gimana? Setelah baca sinopsisnya, lha kok ini romance ala ala anak sekolahan? Trus kenapa judulnya rada serem gitu? Makin penasaranlah buat nontonnya.

Jadi, makna dari judulnya adalah... hmm. Si cowok memang benar-benar ga akan ngebunuh si cewek, walaupun dia sering mengancam si cewek. Dan si cewek juga ga akan bener-bener mati, seperti yang selalu diharapkannya. Ini semua karena...udahlah tonton aja sendiri~

-Bertabur bawang alias bikin mewek

Bagi kalian yang hatinya lemah ketika nonton film, mungkin film ini akan menjadi favorit kalian. Ada scene yang bener-bener sedih, yang gak bisa aku kasih tau karena nanti akan menjadi spoiler. Untukku sendiri ga sampai nangis yang mewek gitu kok, masih bisa ditahan, tapi adegannya emang sedih parah. Jadi persiapkan hati sebelum nonton, ya.

-Scene ‘kencan’

Ini masih berhubungan dengan chemistry main couple-nya. Walaupun Nana bilang dia benci Rei, tapi lama-lama dia luluh karena mereka sering bareng. Nana sering main ke rumahnya Rei dan mereka selalu berduaan di kamarnya Rei, bukan berbuat yang iya-iya loh haha. Mereka suka ngegame bareng dirumahnya Rei.

Salah satu scene favoritku pas mereka main kembang api malam-malam di taman berdua. Si Nana ceritanya stres gara-gara nilai ujiannya jelek trus dia pun ngajakin Rei main ke taman. Taunya pas mereka main, kembang apinya ga mau nyala. Trus ditanya dong sama Rei, ini kamu beli kembang apinya kapan kok udah masuk angin gini? Trus dijawab sama Nana, pas SD kelas 5 HAHAHA. Ngakak sih, cuman menurutku ada makna dibalik ini. Menurutku, Nana ini ga punya temen buat main kembang api bareng yang disimpannya dari jaman SD, makanya dia baru bisa main pas udah SMA karena udah ketemu sama Rei. Sedih? Banget.



Nana and Rei's firework date
[sumber gambar tertera]

What I don’t like about this movie:

-Kisah Kyapiko sebenarnya tidak penting, mungkin ini hanya untuk menambah durasi film.

Ini sih kekurangan yang paling fatal menurutku, karena ceritanya Kyapiko itu sebenernya ga penting-penting amat. Ga penting banget malah, haha. Emang bener sih, kalau Kyapiko dan Jimiko ini merupakan karakter yang penting dalam alur cerita, cuman menurutku yang ceritanya Kyapiko ganjen sama cowok itu sampai dia tidur bareng ga penting.

-Tidak terlalu dieksplor kenapa Nana bisa berniat bunuh diri

Ini juga salah satu hal lainnya yang bikin mengganjal. Kenapa di film ini tidak dijelaskan dengan lebih lanjut kenapa Nana Kano begitu desperate ingin bunuh diri? Apa yang salah dengan dirinya? Apa hanya karena ia seorang yang benar-benar introvert? Atau dibully sama teman-temannya? Menurutku kalau alasannya dijelasin, bakal lebih dapet feel-nya, lebih menggambarkan alasan yang logis kenapa seorang anak sekolahan bisa punya keberanian buat mencoba bunuh diri. Pasti ada alasan yang kuat dibalik itu.

Nah, segitu dulu pembahasan buat film ini. Apakah film ini worth to watch? Oh tentu saja. I would recommend you to watch this, because believe me, this is a very beautiful movie. Jarang-jarang aku suka genre yang kaya gini jadi ini adalah salah satu yang berhasil menarik perhatian.

Berikut adalah beberapa quotes favorit-ku dari film ini, dan kebanyakan menunjukkan betapa sweet-nya seorang Rei. Emang dasar cewek lemah banget sama cowok begini.

 “I hate insects, but I hate people who treats insects as trash even more.”

– Nana Kano.

***

Rei: “Do you perhaps hate everyone apart from yourself?”

Nana: “The one I hate the most is myself.”

Entah kenapa quotes ini adalah quotes yang paling relatable ke diriku sendiri. Rasanya aku punya satu pikiran dengan si heroine disini, bahwa aku benci orang-orang tapi aku paling benci diri sendiri. Oh, tentu ada banyak alasan dibalik itu semua, jadi jangan langsung nge-judge okay?~

 ***

“She has piqued my interest. She’s eager to die but she treasures life. She really has piqued my interest.”

–Rei.

***

Nana: “Even if I die, the world won’t change, right? That’s a given though.”

Rei: “The world might not change, but if you die I might change a bit. It’s a big deal to make someone like me change a bit.”

***

Rei: “Go to the same university as me.”

Nana: “I’m so stupid so that’s not possible.”

Rei: “Well, that may be true now, but we don’t know about tomorrow, right?”

***

Rate: 8.5/10

Ps: Shotaro Mamiya is so freaking handsome.


Share:

Wednesday, October 2, 2019

Review : Hirugao (JDrama 2014)




Judul : Hirugao / Love Affairs in The Afternoon
Pemain :          Aya Ueto sebagai Sawa Sasamoto
                        Michiko Kichise sebagai Rikako Takikawa
                        Takumi Saito sebagai Yuichiro Kitano
                        Houka Kinoshita sebagai Toru Takigawa
                        Kazuki Kitamura sebagai Osamu Kato
Jumlah episode : 11 + 1 SP
Tayang : July 17 – September 25, 2014

Sinopsis : Sawa Sasamoto adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja paruh waktu di sebuah supermarket. Hidupnya sangat membosankan, dan pada suatu hari secara tidak sengaja dia bertemu dengan seorang guru biologi, Yuichiro Kitano. Mereka pun terjebak dalam hubungan terlarang, yaitu perselingkuhan. Sementara itu, Rikako Takikawa juga merupakan seorang ibu rumah tangga. Ia juga sering ‘bermain’ bersama laki-laki lain ketika anak-anaknya sedang berada di sekolah dan suaminya yang sedang pergi bekerja. Rikako dan Sawa ini secara tidak sengaja berteman karena perselingkuhan yang mereka lakukan.


Jadi, aku baru aja selesai nonton drama judulnya Hirugao (2014). Ini adalah drama Jepang kesekian yang aku tamatin, dan aku bener-bener ga nyangka drama ini bakalan sebagus itu. Sebenernya udah lama tau drama ini, karena waktu itu aku pernah liat posternya dan salah satu pemeran utamanya itu mirip banget sama Satomi Ishihara. Waktu itu aku baru selesai nonton dramanya si mba Satomi ini, entah From 5 to 9 atau Rich Man Poor Woman, aku lupa, tapi yang pasti aku lagi suka sama akting mba yang satu ini. Eh taunya Hirugao ini bukan drama dia, cuma mirip doang. Yaudah aku ga terlalu kepo deh. Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu, aku ngeliat tweet yang ngasi rekomendasi ‘adultery dorama’ berdasarkan ranking. Ternyata Hirugao ini ada di peringkat pertama, jadilah aku kepo dan ngedownload.

Review
Satu kata buat drama ini: WAH.

Sebelum menonton Hirugao, aku berekspektasi ini adalah drama yang banyak menonjolkan adegan dewasa. Karena bisa dilihat dari posternya sendiri, ini tuh kelihatan bakal banyak adegan 18+, tapi ternyata tidak. Memang, ada beberapa kali adegan itu diperlihatkan, namun tidak sebanyak yang dibayangkan. Sisi ‘dewasa’ dalam drama ini malah lebih diperlihatkan dari storyline-nya yang bikin emosi kita jadi campur aduk, mulai dari bahagia, kesel, dan gregetan jadi satu.

Pembahasan dalam drama ini cukup berat, yaitu tentang perselingkuhan. Selama nonton, penonton dibikin mikir keras. Dialognya juga lumayan berat, tapi masih bisa dinikmati. Mungkin kalau dialognya bahasa Indonesia, masih cukup ringan, tapi karena aku nonton yang bersub English, jadi otakku kadang harus mikir keras dulu ini maksud dari dialognya apaan:’)

Satu hal yang aku suka banget dari drama ini, yaitu: realistis. Walaupun ini adalah sebuah drama, tapi ceritanya bukan seperti drama abal-abal lainnya. Dalam drama ini digambarkan bagaimana seorang ibu rumah tangga yang bosan dengan hidupnya yang monoton dan akhirnya mencoba hal baru, dalam hal ini, perselingkuhan. Yang bikin realistis itu, drama ini sama sekali tidak membenarkan perselingkuhan, malahan disini akan digambarkan apa yang akan terjadi jika dua orang melakukan hal tersebut. Akan ada satu scene dimana ketika orang-orang di sekeliling Sawa dan Yuichiro tau akan hal yang telah mereka perbuat, dan bagaimana reaksi mereka. Ini tuh beneran kayak real life, gimana orang-orang bakal marah ketika mereka ke-gep selingkuh.

Pengembangan karakter dalam drama ini juga sangat terasa, khusunya buat pemeran wanita. Berikut deskripsi tiga orang pemeran utama dalam drama ini:
Sawa : Ibu rumah tangga yang bekerja paruh waktu di supermarket. Suaminya adalah seorang pekerja kantoran yang senang dengan hal-hal feminin, seperti maskeran, sunscreen, dll. Sawa ini bosan dengan hidupnya yang tiap hari itu-itu saja, mulai dari menyiapkan bekal makan siang suaminya di pagi hari, kerja paruh waktu, mengurus hamster peliharaan suaminya, sampai masak makan malam. Sawa dan suaminya belum punya anak karena mereka berdua ini bisa dibilang ‘sexless’. Salah satu penyebab Sawa ini selingkuh karena sexless ini lah, dia tidak romantis sama sekali sama suaminya.
Rikako : Ibu dua anak yang tinggal bersama suaminya yang kaya raya. Rikako ini adalah sosok ibu rumah tangga yang sempurna, bisa melakukan segala pekerjaan rumah tangga dengan baik. Dia juga cantik, dengan tubuh yang sempurna pula. Pokoknya tuh idaman para lelaki deh. Rikako ini senang selingkuh sama laki-laki yang ditemuinya melalui situs semacam kencan online. Penyebabnya ia selingkuh yaitu karena ia tidak merasa senang di rumah, dimana suaminya hanya menuntutnya menjadi seorang istri dan ibu yang sempurna, dan selalu kasar padanya.
Yuichiro : Seorang guru biologi. Istrinya lebih tua tiga tahun dari dia, dan bekerja menjadi asisten professor. Istrinya Yuichiro ini lebih superior dari dia, dari segi kerjaan. Yuichiro ini merasa rendah diri ketika berada di dekat istrinya. Suatu hari anak murid Yuichiro ini (diperankan oleh Ito Kentaro, my luv>.<) tertangkap basah entah mencuri entah mengganggu mobilnya Rikako. Nah dari sinilah dia kenal sama Sawa, yang kebetulan saat itu ada di tempat kejadian. Yuichiro ini pun mulai tertarik sama Sawa.

Story line dari drama ini sungguh patut diacungi jempol. Ceritanya mengalir pelan diawal-awal episode, namun selalu bikin penasaran. Di episode tengah hingga akhir, secara tidak sadar emosi penonton akan dibuat terombang-ambing, percayalah. Salah satu hal yang membuat penonton gregetan (terutama aku), yaitu masalah Sawa dan Yuichiro ini. They are really-really-really cute together, but still, they are having an affair. Mereka beneran lucu dan chemistry-nya beneran dapet, bikin orang-orang ngeship. Tapi oh tapi, pasangan ini tuh dua-duanya sebenernya kurang ajar sama pasangan masing-masing karena berani selingkuh dibelakang mereka. Sawa dan Yuichiro ini sebenernya memikirkan perasaan keluarga mereka, dan mereka tau kalo perbuatan mereka itu salah, tapi ya namanya bucin, tetep aja dilakuin:(

Itu juga hal yang bikin aku serba salah sewaktu nonton drama ini, pengen mendukung hubungan terlarang mereka, tapi sebenernya mereka jahat. Mereka mengkhianati kepercayaan orang-orang terdekat mereka. Untuk Sawa, dia mengkhianati kepercayaan suaminya yang selama ini tau kalau dia berselingkuh tapi berusaha menutup mata dan telinga, seolah tidak ingin menerima kenyataan kalau istrinya beneran selingkuh. Ada pula ibu mertua Sawa yang dulu juga pernah diselingkuhi mendiang suaminya. Bayangin aja ketika ibu mertuanya ini tahu apa yang udah diperbuat menantunya, beliau marah besar dan nangis sejadi-jadinya.

Untuk Yuichiro, dia mengkhianati istrinya yang bener-bener sayang sama dia. Istrinya ini selalu nerima Yuichiro apa adanya, dan ketika tahu suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, dia murka. Dia merasa dikhianati oleh dua orang sekaligus, suaminya dan sahabatnya.

Sementara itu Rikako, jatuh cinta dengan seorang seniman yang bekerja untuk suaminya, Kato. Rikako ini merasa akhirnya dia bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak cuma menilai wajahnya yang cantik, namun bisa menilai pribadinya. Kato ini membela Rikako sewaktu suaminya mengatainya dengan hal-hal yang tidak pantas, Kato bilang kalo selama ini Rikako hanyalah “boneka” yang dimainkan suaminya sendiri.

Selain story line dan karakter yang sempurna, soundtrack drama ini juga sangat cocok. Soundtracknya itu ala-ala misterius dan seksi dalam waktu yang bersamaan, pas banget buat drama semacam Hirugao ini. Selain itu, monolog Sawa dengan Tuhan yang selalu dihadirkan di setiap episode, semakin membuat drama ini patut untuk diberi penghargaan best drama.

Drama ini mengajarkan kalau di dunia ini kita tidak bisa menuruti kehendak kita masing-masing tanpa memikirkan orang lain di sekeliling. Seberapa pun para pasangan selingkuh ini merasa klop, tetap saja ada orang yang terluka dibalik itu semua.

Oiya, drama ini juga dapat special episode yang tayang tahun 2017. Di SP ini, diceritakan tiga tahun setelah kejadian di episode terakhir dramanya (ga usah dikasih tau, nanti spoiler hehe). Tapi sayang, menurutku yang SP ini terlalu drama. Maksudnya ceritanya tuh mirip drama romance-tragedy yang klise, jadi tidak terlalu worth untuk ditonton. Kalau misalnya kesal dengan ending dramanya, ya bolehlah lanjut nonton SP ini, tapi kalau tidak ya juga tidak apa-apa haha.

Intinya, drama ini sangat-sangat recommended. Silahkan luangkan waktu kalian buat nonton drama ini, karena percayalah, kalian tidak akan rugi. Banyak pembelajaran yang bisa diambil hehe.

Rate : 9.8/10 (gak bisa ngasih 10/10 karena...uhm, endingnya bikin kesel)

x
Share:

Saturday, August 11, 2018

Review buku: One of us is Lying by Karen M. McManus


Liburan super gabut!

Seperti biasa, aku gak punya plan apa-apa di liburan semester 7 ini. Berhubung (hampir) semua film dan drama yang ada di laptop udah ditonton, jadilah aku kembali beralih ke buku. Iya, udah selama itu gak baca buku. Sedih, disaat kamu udah ngambil kuliah jurusan Sastra Inggris, semakin malas pulalah kamu buat baca buku. Gadeng, itu cuma aku doang. Temen-temenku mah makin rajin baca, aku doang yang makin males~

Oke jadi karena kegabutan inilah akhirnya aku pesen buku yang udah dari dulu pengen baca. Judulnya One of Us is Lying karya Karen McManus. Tuhkan, dari judulnya aja udah bikin kepo. Apalagi pas baca sinopsisnya, aku makin penasaran, ga boong!


cover buku One of Us is Lying versi Indonesia

Jadi buku ini genrenya mystery, crime dan ada bumbu romance-nya juga. Berikut synopsis singkatnya:

Senin sore, lima orang anak memasuki ruang detensi karena kedapatan membawa handphone ke kelas. Mereka adalah Bronwyn, Addie, Nate, Cooper dan Simon. Tapi hanya empat orang yang berhasil keluar hidup-hidup karena Simon meninggal karena alergi. Empat orang lainnya yang tidak begitu mengenal satu sama lain menjadi tersangka pembunuhan. Masing-masing dari mereka mempunyai rahasia dan berbohong. Jadi siapakah diantara mereka yang membunuh Simon?

Ayo kita bahas karakter dalam buku ini satu persatu.

Simon : Simon ini tukang gossip dan dia punya sebuah website untuk ngegosipin semua anak-anak disekolahnya, dan juga guru. Jadi web nya itu semacam Gossip Girl gitu (bagi yang udah nonton) tapi bedanya di web ini adminnya cuma Simon dan hanya dia yang bisa ngepost bahan gossip disana. Ceritanya pas Simon meninggal, dia udah nyiapin bahan gossip buat Addie, Bronwyn, Cooper sama Nate. Jadi makin bertambahlah bukti untuk mencurigai salah satu dari mereka sebagai pembunuh Simon.

Addie : Namanya Adelaide tapi sering dipanggil Addie. Dia ini tipikal cewek eksis dengan rambut blondie-nya. Addie ini punya pacar namanya Jake. Dia adalah salah satu atlet dan ganteng pastinya, dan keduanya bisa dibilang Queen and King di sekolah. Tapi ternyata Addie ini bukan sekedar cewek popular, sifatnya jauh lebih baik daripada itu.

Bronwyn : Cewek pinter, tipikal anak juara yang harus perfect disegala bidang studi. Bronwyn ini bisa dibilang adalah tokoh utama dicerita ini. Dia punya adik yang nantinya bakal bantuin dia buat ngehack websitenya Simon.

Cooper : cowok yang cukup terkenal di sekolah karena dia sama seperti Jake pacarnya Addie, adalah atlit. Dia juga punya pacar yang cantik, dan hidupnya bisa dibilang perfect. Tapi ternyata Cooper ini punya rahasia besar yang selama ini disimpannya sendirian.

Nate : cowok pengedar narkoba karena hidupnya susah. Jadi buat bertahan hidup dia mau gak mau harus melakukan sesuatu yang illegal. Tapi dia lagi dalam masa percobaan karena pernah ketangkap lagi ngedarin narkoba, alhasil disepanjang cerita dibuku ini dia gak ada jualin narkoba sama sekali. Nate ini aslinya baik banget, ga kayak preman.

Nah itu dia beberapa gambaran tokoh utama dalam cerita ini. Sebelum membaca bukunya, aku berekspektasi tinggi sama cerita dan misteri yang disajikan McManus. Tapi setelah selesai membacanya aku sedikit kecewa. Kenapa? Jujur, aku berharap ini ceritanya bakalan kayak plot di series yang genrenya crime gitu, contohnya CSI atau pun Criminal Minds. Tapi ternyata buku ini gak seintens itu ceritanya. Mungkin karena ini ceritanya anak sekolahan, jadi fokus cerita lebih ke kehidupan sosial anak SMA gitu. Inti ceritanya memang tentang mencari tahu siapa sebenarnya pembunuh Simon, tapi kurang greget aja gitu cara penulis memberikan clue-clue.

Pembahasan di dalam buku ini gak begitu berat. Ya namanya juga anak SMA, ceritanya ya seputar sekolah, bullying, romance, friendship dan sebagainya. Setelah membaca setengah buku, aku langsung tahu siapa pembunuh Simon sebenernya, dan aku merasa bangga karena tebakanku benar huahahaha. Sebenernya itu adalah plot twist, tapi kok ketebak ya sama aku wkwk. Ohiya, itu bukan satu-satunya plot twist kok, tenang aja. Ada satu lagi plot twist yang bikin aku kaget dan ga nyangka dari awal. Silahkan dibaca aja sendiri kalo pengen tau hehe.

Penyelesaian ceritanya juga gampang banget menurutku. Padahal tuh dibagian belakang udah mulai kerasa suspense-nya, tapi sedetik kemudian tiba-tiba aja kayak  udah selesai gitu masalahnya. KENAPAAA?:(

Nah itu tadi kurangnya buku ini, tapi tentu aja dia juga punya kelebihan. Walaupun ceritanya gak berat dan gak terlalu misteri, tetap aja bikin penasaran, percaya deh. Ceritanya semakin kebelakang semakin menarik, karena clue yang diberikan baru muncul dibagian belakang. Setengah buku ini emang rada ngebosenin, tapi percaya deh dibagian belakang kalian bakal ngerasa excited bacanya. Kita bakalan dibikin kayak “Ooohh” atau “jadi gitu  toh” ya semacam itulah.

Jadi ya segitu aja reviewnya. Recommended kah? IYA! Walaupun gak terlalu misteri, tetep aja ini bukunya seru banget. Ohiya, ini bukunya 18+ karena ada beberapa adegan yang tidak pantas untuk anak dibawah umur.

Rating : 8/10
Share:

Thursday, September 21, 2017

Review: Boku Unmei no Hito Desu (jdrama 2017)



Judul Drama: I'm Your Destiny
Romaji: Boku, Unmei no Hito Desu
Japanese: ボク、運命の人です。
Sutradara: Noriyoshi Sakuma
Penulis naskah: Shigeki Kaneko
Network: NTV
Episodes: 10
Language: Japanese

Hola! Sudah lama tidak menulis nih haha. Maklum, mahasiswa sibuk. (tapi boong)

Jadi kali ini aku mau review salah satu drama yang masih anget-anget alias baru selesai aku tonton. Kalo ga salah drama I’m Your Destiny ini tayangnya masih di tahun 2017 juga, tapi aku lupa kapan. Sekitar bulan Maret atau April if I’m not mistaken. Awalnya tuh tertarik sama drama ini karna yang main mbak Fumino Kimura, which is aku pernah nonton film dia judulnya It All Began When I Met you. Di film itu dia jadi pasangannya Masahiro Higashide. Nah, jadi pas aku liat-liat di instagram, ternyata drama Boku Unmei ini menang banyak di salah satu award gitu, jadilah aku semakin tertarik dan memutuskan untuk ngedownload.

Drama ini mengisahkan tentang Makoto Masaki dan Haruko Kogetsu. Jadi Makoto dan Haruko ini kantornya berada di gedung yang bersebelahan, dan kebetulan meja kerja mereka bertolak belakang (?) maksudnya tuh mereka punggung-punggungan gitu loh, dan cuma dibatasi dinding gedung. Jadi si Makoto ini kerja di perusahaan galon gitu dan dia baru pindah kesana.

Makoto Masaki dan Haruko Kogetsu


Suatu hari pas Makoto pulang kerja, tiba-tiba ada cowok di apartemennya. Lah dia kaget dong, masa tiba-tiba ni orang main masuk apartemen orang sembarangan. Si stranger ini bilang kalo dia itu God alias Tuhan. Makoto ga percaya, tapi si stranger ya bodo amat. Trus si cowo ini bilang Makoto harus nikah sama Haruko secepatnya, karena dalam waktu tiga puluh tahun yang akan datang akan ada meteor besar yang akan menghancurkan bumi, namun hal itu dapat diselamatkan oleh anak Makoto dan Haruko kelak. Makoto kaget dong, ini orang siapa coba, main suruh-suruh orang buat nikah segala haha. Si cowo pun nyuruh Makoto buat ngeraba sakunya dan ngambil sesuatu disana, dan kagetlah Makoto karna tiba-tiba ada foto Haruko disakunya.

Dengan caranya yang kocak abis, si cowo aneh ini ngejelasin bahwa Makoto dan Haruko itu ditakdirkan buat bersama-sama. Mereka sudah sering bertemu, namun tidak menyadarinya. Si cowo itu bilang kalo dulu Haruko dan Makoto pernah main bareng di pantai. Mereka bikin istana pasir gitu. Makoto pun membuka album fotonya, dan benar, dia punya foto dengan Haruko kecil di pantai. Dan lagi, Haruko kecil bilang ke Makoto kecil, suatu hari dia ingin menikahi orang yang berhasil melewati pelangi. Trus pernah lagi pas si Makoto di suatu acara olahraga gitu, dia lagi sama temennya dan dia dalam keadaan mabuk. Mereka (Makoto dan kawannya) di interview oleh salah satu stasiun tv, dan ternyata saat itu juga ada Haruko lewat di belakang Makoto. Makoto tidak percaya hal itu, lalu God pun menunjukkan rekaman interview tersebut. Ternyata benar, ada Haruko lewat dibelakangnya.

Bukan itu aja kebetulannya. Pas masih sekolah, Makoto dulu pernah kalah di permainan baseball. Disaat dia sedih, tiba-tiba saja Haruko (yang saat itu tidak mengenal Makoto, dan sebaliknya) memberikan semangat pada Makoto. Walaupun hanya satu kalimat (aku lupa dia bilang apa haha) tapi sampai sekarang Makoto masih ingat hal tersebut.

Entah kenapa, Makoto akhirnya menuruti perkataan God tersebut. Dia datang ke hadapan Haruko dan bilang kalo mereka udah ditakdirkan bersama. “I’m your destiny” dia bilang gitu, kayak judul dramanya. Tapi Haruko sebagai cewek pasti kagetlah, orang dia ga kenal sama Makoto eh tiba tiba doi bilang kalo mereka jodoh. Yakali dia mau percaya. Tapi Makoto ga nyerah gitu aja. Setelah si cowo aneh alias God menjelaskan banyak lagi kebetulan-kebetulan yang mereka alami, pelan namun pasti Makoto mulai percaya dengan apa yang namanya takdir. Dia mulai mempercayai apa kata si God tadi.

Sebenernya ada banyaaaaak banget kebetulan-kebetulan yang terjadi sama si Makoto dan Haruko ini, sampai-sampai aku ga inget semuanya. Tapi bukan cuma buat Makoto dan Haruko, temen deketnya Haruko, Yotsuya juga merasakan hal yang sama dengan cowo yang awalnya naksir sama Haruko. Aku lupa namanya siapa (maap, ngapalin nama orang Jepang itu susah banget hehe) awalnya jadi saingan bagi Makoto buat ngerebut hatinya Haruko, tapi saat si cowo ini ngelamar Haruko dan ditolak, akhirnya dia mundur dengan gentle. Dia terima kalo Haruko ga mau sama dia. Bukannya kenapa-kenapa sih, si Haruko ini sebenernya udah trauma sama yang namanya cowo, karena mantan dia yang terakhir itu sebenernya udah punya istri. Awalnya dia kira doi mau ngelamar waktu itu, eh tau tau doi ngaku kalo dia udah beristri. Ampun, dasar cowo.

Nah balik lagi nih ke saingan si Makoto. Setelah si cowo ini kalah, ujung-ujungnya dia berteman baik sama Makoto. Ya awalnya emang udah berteman juga kok, tapi tetep aja Makoto ga suka sama dia karna dia lebih menarik perhatian Haruko pada awalnya. Tapi akhirnya malah si cowo ini yang nolongin Makoto buat dapetin Haruko.

Kurang lebih gitu deh ceritanya. Perjuangan Makoto buat dapetin Haruko itu emang patut diacungi jempol. Walaupun ditolak berkali-kali tapi dia ga nyerah gitu aja. Yang awalnya cuma mau nolongin orang-orang dimasa depan (karna God bilang Makoto harus nikah dan punya anak sama Haruko buat nyelamatin orang-orang di masa depan) tapi akhirnya dia beneran suka sama Haruko. Ohiya, di akhir-akhir nanti bakal dikasitau siapa sebenernya God atau si cowo aneh;)

Chemistry-nya Kazuya Kamenashi sama Fumino Kimura dapet banget. Awalnya aku ga begitu tertarik sama main lead actornya, Makoto, tapi di episode-episode terakhir kok dia makin ganteng ya hahaha. Fumino Kimura cantik banget disini!! Gila, di film It All Began When I Met You dia tuh biasa aja, tapi disini dia keliatan fresh bgt sama rambut pendeknya. Aku gemes sendiri liat rambutnya uhh. Dan lagi, Fumino’s working outfit is on point! Bajunya tuh lucu-lucu banget ihhh>.<

Tapiiiiiii yang paling menarik hatiku adalah si ganteng Tomohisa Yamashita alias Yamapi. Doi tuh yang meranin si cowo aneh alias God. Dia lucu banget di drama ini, parah. Scene dia sama Makoto tuh bikin ngakak mulu. Chemistry-nya dapet jadi bromance haha. Dan drama ini lah yang membuatku jatuh hati dengan sosok Yamapi. Aku sampe download lagi drama dia yang judulnya From 5 to 9 (2015). I’m still watching it, mungkin kalo udah selesai aku bakal bikin reviewnya ntar.













SPOILER ALERT




Satu hal yang kurang greget, yaitu endingnya. Entah karna udah kemakan omongan orang lain yang udah nonton dan komen tentang endingnya (alias aku ter-spoiler), menurutku endingnya kok agak gimana gitu. Yang jelas, ENDINGNYA GANTUNG WOY! Parah. Pas selesai nonton, I was like, whaaaat? Gitu doang? INI BELOM SELESAI CERITANYA IH:(
Satu lagi, drama ini pelit kissu scene nya bhahaaak. Jadi kalo kalian yang suka romance dengan banyak adegan kissing, jangan harap bisa ada di drama ini.
Yang nonton drama ini sampe abis pasti setuju buat minta dibikinin season 2 nya. Aku rasa sih gitu. Season 2 pleaseeeee! Atau ga movie sekalian juga boleh wkwk.















End of spoiler

Overall, ini sih worth it banget buat di tonton. Bukan cuma romance nya yang dapet, tapi tentang kehidupan di kantor maupun di keluarga juga ada disini. Gimana kompaknya orang-orang di kantor Makoto, gimana kedua perusahaan yang udah lama berada di gedung yang bersebelahan tapi ga kenal satu sama lain akhirnya bisa berteman dengan baik. Gimana hangatnya keluarga Haruko, yang terdiri dari mama papa dan Haruko sendiri. Btw, mama nya Haruko tuh cantik banget buat ukuran ibu-ibu. Lucu pula. Papa nya juga lucu, apalagi pas minum-minum sama temennya Haruko. Mereka jadi drinking buddy hahaha.

Nah, segitu aja dulu. Udah jam 1 malam, ku lelah mengetik ini. Sampai bertemu di post selanjutnya!

Rate:
Story: 4/5
Acting: 3.5/5

Soundtrack: 5/5 (I LOVE ALL OF THE SONGS THAT THEY USE IN THIS DRAMA, apalagi closing song nya)
Share: