Friday, July 7, 2023

Review: Pending Train (JDrama 2023)

Bayangin kamu lagi naik kereta buat berangkat kerja atau lagi otw kampus pagi-pagi, terus tiba-tiba keretanya kecelakaan. Kamu dan penumpang lain selamat sih, tapi keretanya malah terdampar di antah berantah. Kira-kira bisa selamat gak tanpa makanan dan minuman? Bakal berantem gak sama penumpang lain?

sumber: Asianwiki

Detail drama:

Judul: Pending Train: 8:23, Ashita Kimi to

Genre: time travel, thriller, sci-fi, 

Pemain: Yamada Yuki, Akaso Eiji, Kamishiraishi Moka, Inowaki Kai, Furukawa Kotone, etc

Sutradara: Tanaka Kenta, Okamoto Shingo, Kato Naoki, Imura Taichi, Hamano Daiki

Penulis: Kaneko Arisa

Saluran/channel: TBS

Jumlah episode: 10

Tanggal tayang: 21 April  – 23 Juni 2023


Sinopsis:

Sae Hatano, seorang guru olahraga di sebuah SMA, hari itu naik kereta api untuk berangkat kerja seperti biasanya. Sayangnya Sae lagi sial karena tiba-tiba ada warning bakal terjadi gempa. Bener aja, beberapa setelah itu kereta yang ditumpanginya mendadak bergoncang dengan kuat. Ketika bangun, Sae dan penumpang lainnya sudah tidak lagi berada di Tokyo namun di sebuah hutan belantara. Mereka kaget dan bingung, seberapa jauh mereka terlempar dari Tokyo?

***

HALOOOOOOOO!

Gila ini blog udah jadi sarang laba-laba karena udah lama banget ga nulis di sini. Maklumin ya, soalnya selama ini udah fokus buat nulis di IDN Times huhu. Kalau mau mampir monggo, aku banyak nulis tentang film dan drama juga, lho. Tapi kebanyakan sih dorama Jepang www. Yuk mampir di sini, gratis kok hehe. 

Kali ini aku memutuskan untuk nulis lagi di blog ini karena ngerasa drama yang satu ini butuh review-an yang cukup panjang. So, go grab your snacks and keep scrolling!

Pending Train (2023) ini drama yang baru aja tamat bulan lalu. Jadi masi anget-anget lah, ya. Aku sendiri baru menamatkan Pending Train beberapa hari yang lalu. Sengaja nunggu tamat dulu baru nonton biar enggak penasaran tiap minggu nungguin episode baru. Padahal waktu on going drama ini kayaknya lumayan rame dan aku udah bener-bener penasaran tapi tetap menahan diri buat engga nyicip episode 1-nya wkwk. Dan bener aja, ini drama literally cuman 2 malam bisa selesai aku tonton saking serunya haha.

Not gonna lie, first impression aku di episode pertama cukup bagus dan bikin penasaran. Di episode awal, kita masih berkenalan dengan karakter dalam drama ini. Ada Sae, guru yang naif, Naoya Kayashima seorang hairdresser yang blak-blakan dan mas damkar ganteng Yuto Shirahama. Ketiganya bisa dibilang tokoh utama dalam drama ini. Selain itu, Gerbong 5 juga diramaikan oleh Shodai Kato mahasiswa S3 yang pinternya kebangetan. Ada pula Daichi Yonezawa, mas-mas lawak yang hobi menggambar dan main game, Kazuma dan Koharu sepasang anak SMA, dan Bu Terasaki, CEO perusahaan yang ngeselin.

Ketika pertama kali sadar bahwa mereka enggak berada di Tokyo, semua penumpang jadi rusuh. Mereka menuntut satu-satunya petugas kereta yang kebetulan saat itu berada di gerbong 5. Tapi apa daya, bapak petugas kereta juga sama bingungnya dengan penumpang. Ini pertama kalinya kereta mengalami kecelakaan sampai-sampai terdampar di tempat antah berantah.

Mas damkar dan mamang Rafael mas Kayashima

Seperti yang aku bilang, episode pertama drama ini cukup menarik dan bikin aku ke-hook. Tapi sayangnya, beberapa episode selanjutnya alur cerita terasa sangat lambat. Literally selow T_T jujur engga sampai yang ngebosenin gitu tapi kesabaranku yang setipis tisu ini ga sabar mau cari tau apa sih yang terjadi. Kayak... kenapa mereka bisa terdampar? Mereka sebenarnya ada di mana? Kok gak ada tanda-tanda manusia di sana? Bahkan sumber air kayak sungai pun gak ada.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, penulis drama kayaknya gak mau buru-buru ngespill. Penonton benar-benar diuji kesabarannya selama nonton paruh pertama drama ini. Jadi buat yang berniat nonton, tolong siapkan kesabaran ekstra, ya.

Lalu untuk tokoh-tokoh di drama ini rasanya cukup oke sih menurutku. Tiga pemeran utama maupun pemeran pembantu lain aktingnya bagus banget. Bahkan aku sempat kesal dengan Bu Terasaki yang mana di awal-awal episode kelakuannya bikin ngelus dada. Gimana enggak, beliau marah-marah gak jelas ke petugas kereta dan bilang kalo ia harus segera balik dan kerja. Dia juga gak terima kalo si petugas gak bisa bantu. Like… hello?? Emang dia doang yang punya urusan? Satu gerbong itu juga punya kesibukan kali, bu :’)

Tapi tenang gais. Kekesalan dengan karakter seperti beliau enggak berlangsung lama kok. Ternyata Bu Terasaki ini sebenarnya wanita karir yang baik hati, cuman karena kelewat perfeksionis dengan kerjaan dan sayang sama keluarga dia jadi khawatir berlebihan. Character development dalam drama ini cukup bagus, kok. Bahkan ada yang plot twist juga. 

Sayangnya karakter yang diperankan oleh Moka, Sae Hatano, sangat kurang dalam backstory. Padahal dua tokoh utama lainnya yaitu Kayashima dan Shirahama mendapatkan scene flashback cukup banyak. Sayang aja gitu, Hatano-nya enggak kebagian cerita flashback yang cukup. Ohya, di drama ini ada romance tipis-tipis yaitu cinta segitiga antara Hatano, Kayashima dan Shirahama. Tapi menurutku gak penting lol. Sebenernya chemistry mereka bertiga bagus banget sih, apalagi Hatano-Shirahama dan bromance-nya Shirahama-Kayashima, tapi yah sekali lagi menurutku gak ada urgensinya memasukkan unsur romantis dalam alur cerita. Yang aku tangkap dari kisah mereka, ternyata perasaan bisa tumbuh ketika kita menghabiskan waktu yang lama bersama seseorang (anjay). 

Jadi sebenarnya apa sih yang terjadi dengan Gerbong 5?

Well, singkatnya mereka melakukan perjalanan waktu, tepatnya lebih kurang 30 tahun setelah 2023. Dengan mengumpulkan bukti-bukti yang mereka temukan di hutan, mereka memperkirakan kalau saat itu adalah tahun 2060. Dan di tahun tersebut, sepertinya terjadi bencana yang meluluhlantakkan dunia (atau mungkin hanya Jepang?). Bencana apakah itu? Dan apakah mereka berhasil kembali ke tahun 2023? Hm, aku gak mau spoiler jadi silakan nonton sendiri ya!

Buat yang suka drama time travel kayak aku wajib banget sih, buat nonton Pending Train. Castingnya oke banget, ceritanya juga hmm sebenarnya punya potensi yang kuat tapi entah kenapa rasanya masih kurang. Ada banyak plot hole sana sini yang lumayan bikin mengerutkan kening. Terlebih lagi drama ini ditutup dengan open ending. Aku cosplay jadi keong ketika menonton episode terakhir karena ending scene-nya bikin aku kayak hah??? Tapi overall, ini masih enjoyable menurutku. Suka banget sama pemandangannya!

I’ll give it a 7 out of 10.





Share:

Thursday, August 19, 2021

Review: Neechan no Koibito / Our Sister’s Soulmate (Jdrama 2020)

 

Punya 3 adik cowo mungkin kalau dibayangkan sedikit ribet: suka berantem, ribut, dan rusuh. Tapi ini tidak berlaku untuk keluarga Adachi. Momoko Adachi punya tiga adik cowok yang bukan hanya super ganteng-ikemen, tapi juga super sweet! Penasaran gimana keseruan dan kehangatan di keluarga mereka?


 sumber: Asianwiki

Ps: mungkin sedikit mengandung spoiler tapi tidak akan mengurangi keseruan drama ini karena drama Neechan no Koibito adalah tipe drama yang bisa dinikmati bahkan jika sudah tau jalan ceritanya, menurutku ;D

Drama details

Judul : Neechan no Koibito / Our Sister’s Soulmate

Genre : Romance / slice of life / family

Pemain : Arimura Kasumi, Hayashi Kento, Takahashi Kaito, Hyuga Wataru, Minamide Ryoka, etc

Sutradara : Miyake Yoshishige, Motohashi Keita, Horai Tadaaki

Saluran / channel : Fuji TV

Jumlah episode : 9

Tanggal tayang : 27 Oktober  – 22 Desember 2020

 Sinopsis :

Momoko Adachi bekerja di sebuah pusat perbelanjaan home decor. Ia adalah seseorang yang ceria dan selalu berterus terang pada orang lain. Orang tuanya meninggal karena kecelakaan ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan membuatnya harus bertanggung jawab terhadap tiga adiknya yang masih kecil. Ia pun merelakan mimpinya untuk pergi ke universitas dan memilih untuk bekerja untuk menghidupi adik-adiknya. Suatu hari ia dipercaya menjadi supervisor proyek persiapan natal di tempat ia bekerja. Pada saat itulah ia bertemu Manato Yoshioka yang berasal dari bagian delivery dan mulai menyukainya karena lelaki itu mempunyai pandangan yang sama dengan dirinya. Namun Momoko pun mengetahui bahwa Manato adalah seorang mantan narapidana.

Kembali lagi bersama review-an Velin, yeay!

Drama kali ini adalah salah satu drama yang cukup heartwarming menurutku. Sesuai judulnya, Our Sister’s Soulmate ini berpusat pada cerita Momoko dan ketiga adiknya yaitu Kazuki, Yuki dan Tomoki dengan main lead male bernama Manato. Walaupun bergenre romance, tapi kisahnya tidak cheesy atau bahkan cringe. Sebaliknya, drama ini malah lebih menampilkan sisi sweet dari kedua tokoh utama.


Karakter utama yaitu sang nee-chan─kakak, Momoko, adalah seorang gadis yang sangat ceria dan selalu memberikan vibes positif pada orang-orang disekitarnya. Karena ia hanya tinggal berempat dengan adik-adiknya, hubungan mereka menjadi sangat dekat dan bahkan tidak memiliki rahasia satu sama lain. Mereka juga tidak pernah bertengkar atau menyalahkan satu sama lain, bahkan ketika Kazuki berpacaran dengan sahabat sedari kecilnya Momoko, Miyuki, Momoko pun tidak marah. Biasanya ‘kan siapapun kakak atau abangnya akan marah jika adiknya memiliki hubungan dengan sahabatnya sendiri namun Momoko tidak seperti itu.


Salah satu tokoh kesukaanku yaitu Kazuki, adik pertama dari Momoko. Dia merupakan mahasiswa agrikultur yang bercita-cita bekerja di food company setelah lulus. Kazuki ini bisa dibilang adek goals banget, lol. Kenapa? Karena dia sangat sayang dan perhatian ke saudara-saudaranya, tutur katanya juga lembut banget bikin adem dengernya. Selain itu dia juga seorang gentleman yang tidak memaksa kehendaknya pada orang lain. Ini kelihatan sih, sewaktu ia menyatakan perasaannya pada Miyuki. Dia bilang Miyuki adalah hatsukoi─cinta pertamanya. Miyuki pun kaget karena ia telah mengenal laki-laki itu sejak ia masih kecil, bisa dibilang ia melihat tumbuh kembang Kazuki hingga bisa jadi pria seperti sekarang haha. Kazuki bilang ia masih menyukai Miyuki sampai saat itu dan tidak masalah jika mereka harus memulai hubungan sebagai teman. Siapa coba yang enggak meleleh mendengar perkataan seperti itu dari seorang cowok?

Selain hangatnya keluarga Adachi, drama ini juga memperlihatkan hubungan antara Manato dan ibunya. Manato yang merupakan anak tunggal, hidup hanya berdua dengan ibunya karena ayahnya bunuh diri ketika ia berada di penjara. Pada awal-awal episode sangat terlihat kecanggungan antara ibu dan anak ini, karena masa lalu mereka yang cukup suram. Namun semakin ke belakang, keduanya mulai menerima keadaan dan semakin dekat karena kehadiran Momoko di tengah mereka.

Momoko bekerja di semacam department store khusus peralatan rumah tangga. Di tempat kerjanya, ia memiliki atasan dan teman-teman yang baik. Bahkan atasannya, Hinako Ichihara berteman baik dengannya. Momoko dan Hinako ini sedikit mengingatkanku pada karakter di drama Hakui no Tenshi, yang mana mereka sama-sama berteman dan sama-sama berkencan dengan sesama co-worker.

Work culture di industri retail cukup tergambarkan dengan baik di drama ini menurutku. Terdapat beberapa pengetahuan baru dibalik industri retail yang aku dapatkan. Salah satunya yaitu para pekerja ini beberapa kali─mungkin malah sering─lembur kerja pada saat-saat tertentu, contohnya pada malam halloween atau malam natal. Momoko dan rekan-rekannya mengubah layout department store tempat mereka bekerja dalam waktu hanya semalam saja, bisa dibayangkan betapa riweuh-nya mengubah tampilan dari yang serba halloween menjadi serba christmasy dalam yang singkat. Selain itu aku juga jadi tahu bahwa menyusun etalase untuk menarik perhatian konsumen itu enggak gampang dan butuh kreativitas yang tinggi :’)

Salah satu hal yang aku suka dari dorama Jepang ketimbang drama Korea atau drama-drama lainnya adalah kultur orang Jepang yang selalu menghargai hal-hal kecil dalam hidup mereka dan selalu kerja keras dalam pekerjaan yang ditampilkan melalui drama-drama mereka. Seperti contohnya salah satu rekan kerja Momoko yang terobsesi pada kursi rusak yang akan dibuang. Alih-alih merasa jijik dengan kursi rusak yang terbengkalai di dekat tempat sampah, rekan kerja Momoko ini (aku lupa namanya hehe) justru datang dan duduk di kursi tersebut sembari mengabadikan dirinya dengan mengambil foto ia yang sedang duduk di kursi itu. Ia berpendapat bahwa kursi-kursi tersebut layak diduduki untuk terakhir kalinya sebelum benar-benar dibuang dan tak terpakai sehingga kursi tersebut akan merasa senang tugasnya untuk diduduki orang lain sudah terpenuhi. Aneh, bukan? Namun tidak ada satupun karakter di drama ini yang menertawai kebiasaan ini, mereka malah menghargainya.

Selanjutnya mari kita bahas part utama dalam drama ini: romance!

Pertama, romansa dua tokoh utama yaitu Momoko dan Manato sungguh menggemaskan. Momoko yang merupakan seorang yang carefree bertemu dengan Manato yang super awkward. Keduanya sangat bertolak belakang dan karena itulah mereka bisa cocok. Mengutip dari dialog Momoko di episode pertama, “Orang kayak kamu (Manato) itu cocoknya (kencan) dengan seorang gadis yang straightforward, contohnya aku.” Manato pun cukup terkejut dengan ucapan Momoko yang lumayan blak-blakan tersebut xD Selain itu aku senang melihat character development Manato yang awalnya sangat kaku dan jarang tersenyum, sejak kenal Momoko menjadi less awkward. Semakin kebelakang, semakin banyak ia tersenyum. Kento Hayashi super cute kalau lagi ketawa atau senyum begitu, matanya jadi ilang :3



Selain itu, Manato ini sungguh pria yang baik. Ada satu dialog dari Manato yang bener-bener bikin aku jatuh cinta, yaitu ketika ia bertemu mantan tunangannya yang membuatnya masuk penjara (not gonna spoil more, nonton aja sendiri hehe). Manato kira-kira berkata seperti ini : “Apa kamu sekarang bahagia (setelah bikin aku masuk penjara)? Aku harap kamu bahagia, karena kalau tidak, aku akan merasa ini semua (dipenjara) sia-sia.” Like...dude?! Tunangannya ini udah bikin Manato masuk penjara karena dia (tunangan itu) bohong ke polisi dan bikin Manato harus dipenjara selama dua tahun. Tapi Manato malah nanyain apakah Kaori sang mantan tunangan bahagia. Bisa dibayangin, sebaik hati apa seorang Manato ini, rela masuk penjara demi orang yang dia sayang?

Selanjutnya adalah couple favoritku yaitu Hinako dan Satoshi. Atasan Momoko, Hinako, adalah seorang wanita yang lumayan heboh kalau lagi mode off kerja. Artinya, kalau lagi bekerja dia adalah seorang atasan yang lumayan serius dan dapat diandalkan, namun ketika di luar lingkungan kerja ia adalah seorang yang kurang lebih mirip Momoko: heboh, ceriwis dan cute. Hinako jatuh cinta pada pandangan pertama pada wajah tampan Satoshi ketika mereka bertemu di sebuah bar. Ia pun kemudian mengetahui bahwa Satoshi bekerja pada tempat yang sama dimana ia bekerja dan juga merupakan teman dekat dari Manato. Cara Hinako bermonolog ke arah kamera yang menampilkan reaksinya terhadap apapun ucapan Satoshi ini benar-benar lucu menurutku, agak lebay seperti cewek-cewek jatuh cinta tapi enggak cringe sama sekali, malahan bikin gemes! Ada sedikit ‘kejutan’ nantinya di episode terakhir terkait tentang Satoshi ini jadi pastiin kalian nonton ya >,<

Secara keseluruhan, aku merekomendasikan drama ini. Ada beberapa hal yang membuatku memasukkan drama ini ke dalam list best drama 2020 (walaupun baru ditonton di 2021 lol). Salah satunya yaitu jumlah episode yang pas, tidak terlalu banyak namun juga tidak terlalu sedikit, hanya 9 episode. Selain itu tidak ada tokoh antagonis di sini, semuanya itu kindhearted! Mungkin pada awalnya aku sedikit kurang suka pada mantan tunangan Manato yang membuatnya harus masuk penjara. Namun pada akhir-akhir episode ketidaksukaan ini jadi sedikit berkurang karena alasan yang hmm, lumayan masuk akal sih hehe. Narasi yang dibawakan oleh Kazuki di sepanjang episode juga cukup menyenangkan, seolah ia mewakili adik-adiknya membawakan narasi itu untuk Momoko sang kakak. Di samping itu, Neechan no Koibito ini adalah tipe drama yang cocok ditonton pada saat santai dan tidak perlu mikir banyak selagi nonton. Just enjoy the story!

Terakhir, mungkin ada satu kekurangan yang sedikit menggangguku. Pada episode awal, disebutkan bahwa setting waktu di drama ini adalah pada saat pandemi COVID-19. Namun tidak ada satupun tokoh yang menggunakan masker. Pada awalnya terdapat beberapa adegan mencuci tangan (sebagai cara pencegahan penularan virus covid) but then...that’s it. Setelah itu enggak ada lagi scene-scene yang memperlihatkan bahwa pada saat itu sedang ada pandemi. Mungkin ini karena di drama situasinya pandemi sudah mulai reda, mungkin. Padahal aslinya....hahaha :)

Oke, mungkin segitu dulu rekomendasi kali ini. Apakah ini recommended? Of course!

Rate : 9/10

Share:

Wednesday, February 24, 2021

Review : Alice in Borderland (JDrama 2020)

Arisu dan kedua sahabatnya tiba-tiba saja terjebak dalam dunia paralel yang mengharuskan mereka untuk mengikuti permainan mematikan dan jika tidak, mereka akan mati. Apakah Arisu yang merupakan seorang gamer berhasil keluar hidup-hidup? Ataukah dia dan teman-temannya justru harus menghadapi kematian?

Title : Alice in Borderland / Imawa no Kuni no Alice / 今際の国のアリス

Director : Shinsuke Sato

Writers : Haro Aso (manga), Yoshiki Watabe, Yasuko Kuramitsu, Shinsuke Sato

Broadcasted on : Netflix

Release date : December 10, 2020

Country : Japan

Language : Japanese

Number of episodes : 8

Genre: Mystery / Survival / Suspense / Action / Sci-fi

Casts : Kento Yamazaki, Tao Tsuchiya, Keita Machida, Yuki Morinaga, Nijiro Murakami, Dori Sakurada, Aya Asahina, Ayaka Miyoshi and etc

Sinopsis:

Arisu adalah seorang pengangguran yang menghabiskan hari-harinya dengan bermain game online. Ia berasal dari keluarga yang berkecukupan yang terdiri dari ayah dan seorang adik. Suatu hari, Arisu kesal karena ayahnya terus-terusan membandingkannya dengan adiknya yang sukses dan selalu menyuruhnya untuk segera mencari pekerjaan. Ia pun meninggalkan rumah dan kemudian pergi bertemu kedua sahabatnya, Karube dan Chota. Ketika sedang asyik bermain di tengah kota, ketiganya dikejar polisi dan mereka pun bersembunyi di toilet. Tiba-tiba listrik padam. Dan ketika keluar dari toilet, mereka kaget karena Shibuya yang biasanya tak pernah sepi, tiba-tiba saja kini bak kota mati. Tidak ada tanda-tanda kehadiran orang lain di sana. Rupanya mereka telah terseret ke dalam sebuah permainan mematikan yang mempertaruhkan nyawa.

Heyhoo kembali dengan review-an Velin yeay!!

Kali ini aku mau ngereview sedikit drama yang cukup booming pada akhir 2020 hingga awal tahun 2021 ini yaitu Alice in Borderland (selanjutnya disingkat AiB)! Jarang-jarang kan, orang-orang pada ngomongin dorama yang selama ini selalu berada di bawah radar? xD Yap, aku seneng ketika ngeliat banyak orang yang bahkan bukan pecinta dorama Jepang ikutan nonton ini dan kasih impresi yang positif, karena memang sebagus itu dramanya haha. Tapi sebenernya postingan kali ini bukan review sih, lebih ke alasan kenapa AiB ini wajib masuk ke daftar tonton kamu. Penasaran kan? Ayo dibaca sampai habis ya hihi.

Drama ini sudah cukup lama dinantikan oleh para pecinta dorama (termasuk aku) karena beberapa hal. Menurut yang aku baca, manga dari AiB ini cukup seru (Sekali lagi, aku bukan pembaca manga atau penonton anime, jadi aku tidak akan pernah bisa membanding Live Action dengan manga/animenya hehe). Nah makanya, banyak orang yang sudah menunggu kehadiran LA AiB ini. Sementara itu untuk sebagian orang lagi, Yamaken x Tao adalah alasan mereka untuk menonton dorama ini. Pasangan ini memang sudah sering dipasangkan di berbagai film/drama sebelumnya seperti di LA Orange (2015), Asadora Mare (2015) dan  dan berhasil menarik perhatian banyak orang karena chemistry mereka yang...wow.

Kento Yamazaki x Tao Tsuchiya in AiB

Aku sendiri juga menunggu dari lama karena: aktor dan aktrisnya favoritku semua! Haha. Sebenarnya tidak semua sih, kebanyakan. Tapi tentu saja yang paling aku nantikan yaitu Yamaken dan Dori Sakurada :D sama Nijiro juga, trus Tao juga...semua lah pokoknya wkwk. Terus waktu pertama kali trailernya keluar, aku langsung kayak: HAH GILA INI WAJIB BANGET NONTON POKOKNYA GAK MAU TAU karena dari trailernya udah kerasa ini pasti bakalan seru dan pecah. Dan lihat hasilnya? AiB jadi trending di Netflix!

Oke daripada kebanyakan bacot, berikut adalah beberapa alasan kenapa kamu harus nonton Alice in Borderland!

1. Aktor dan aktrisnya

Ya mohon maap kalau saya selalu membahas ini di bagian pertama review, karena jujur aja, aku kalau nonton pasti ngeliat siapa aktor dan aktrisnya wkwk. Karena apa ya... kalau udah kenal atau familiar sama pemerannya, mood buat nonton tuh jadi gede gitu loh. Tapi ga semua film loh ya, aku masih sering nonton film tanpa tau siapa pemerannya.

Jadi, seperti yang kita sudah ketahui, AiB ini bertabur banyak bintang ternama Jepang. Tidak usah disebutkan satu-satulah ya, silahkan dibaca dan dicari tau sendiri sebesar apa mereka di Jepang sana. Yang jelas, akting para pemainnya t o p b g t. Mulai dari sang tokoh utama, Arisu dan Usagi hingga pemeran pembantu seperti Boshiya, Aguni, Niragi dan lainnya. Memang bukan kaleng-kaleng. Ohya, aku kaget liat Tao yang berperan sebagai Usagi, badannya bagus banget T-T Outfit yang dikenakannya seringkali tanktop dan ini mungkin sengaja kali ya buat ngeliatin badannya kayak “ini loh badanku setelah dibentuk beberapa bulan” HAHA. But seriously, her charisma is undeniable here. Girl crush!<3

Kento Yamazaki x Tao Tsuchiya as Arisu and Usagi

  
See? She's so stunning!

Dori Sakurada as Niragi and Aya Asahina x Nijiro Murakami as Kuina and Chisiya


Characters visual

2. Survival games!!

Film ataupun series yang mengangkat tema permainan hidup dan mati memang selalu seru untuk ditonton. Selain karena kita juga akan ikut deg-degan nontonnya, permainan yang ditampilkan juga bikin kita ikutan mikir. Dalam season pertama AiB ini ada beberapa permainan yaitu: hidup dan mati, kejar-kejaran di apartemen, serigala dan domba, lari sejauh mungkin, bola lampu dan juga mencari penyihir. Akan ada permainan setiap malamnya untuk memperpanjang hidup orang-orang yang terjebak disana. Setiap berhasil menyelesaikan permainan, pemain akan mendapatkan tambahan waktu hidup satu hari. Kemungkinannya dalam permain ini hanya dua: mati dalam permainan atau selamat. Nah, sebelum permainan dimulai, pemain akan diberikan satu buah kartu yang berguna sebagai petunjuk. Ada kartu diamond, heart, spade dan clover. Setiap jenis kartu punya jenis permainan yang berbeda dan tingkat kesulitan permainan didasarkan pada angka yang tertera ada kartu, dimulai dari angka 2 untuk yang paling mudah sampai ke 10 yang tersulit.

3. Efek CGI

Ini satu hal lagi yang bikin aku amazed dengan AiB. CGI effect-nya ga main-main. Shibuya terlihat seperti benar-benar kosong melompong. Fun fact, tim produksi series ini membuat properti yang begitu mirip dengan suasana di Shibuya jadi yang kita tonton itu bukanlah Shibuya sebenarnya, itu adalah hasil dari tim kreatif mereka. Selain itu, arena permainannya juga begitu detail lengkap dengan properti permainan yang pemain gunakan. Yang jadi favoritku adalah lari jarak jauh yang dilakukan oleh Arisu dan Usagi. Ketika ada air yang membanjiri area pertandingan dan Usagi diharuskan lari sekencang mungkin, ternyata itu semua hanya efek CGI yang diciptakan dan Tao Tsuchiya sebenarnya hanya berlarian menggunakan treadmill xD

 

See how they created fake Shibuya?


Yamaken in the set of AiB

4. Plot yang rapi

Aku menikmati nonton AiB salah satu alasannya adalah karena alur yang gampang dinikmati dan tidak membosankan. Sejujurnya, aku tidak pernah bisa berhasil menonton satu drama lebih dari 5 episode perharinya, namun pengecualian untuk AiB ini yang mana aku marathon 8 episode dalam satu hari haha. Ini sebuah achievement tersendiri untukku dan ini berarti series ini memang seseru itu untuk diikuti. Tiap episodenya kita akan disuguhkan cerita yang bikin kita ikut degdegan. SPOILER ALERT: Episode 3 adalah episode yang paling menguras emosi dan air mata. Be prepared, everyone *wipe tears*.

 

5. Adegan action dan gore

Bagi penonton yang tidak bisa melihat darah atau adegan yang terlalu triggering, mungkin tidak disarankan menonton ini. Namun untuk pecinta gore seperti aku, ini lumayan sih. Adegan berdarah-darahnya menurutku tidak terlalu parah, tapi memang ada dan cukup banyak. Selain itu, tentu saja action-nya. Sebagai pecinta genre ini, aku sangat senang menonton AiB ini karena lumayan banyak adegan action-nya. Para pemainnya cukup bagus dalam memerankan karakter yang dimainkan. Ada dua adegan paling favorit untukku yaitu: ketika Chisiya dan Niragi bertarung di rooftop menggunakan kartu dan ketika Kuina gelut dengan Rasubosu (ini sih yang paling favorit, Kuina, girl u slayy!!).

Overall, itu adalah hal-hal yang aku suka sekaligus menjadi alasan kenapa Alice in Borderland ini sangat worth to watch. Bahkan banyak orang yang ga pernah atau jarang nonton film/drama Jepang juga memberikan review positif untuk series ini, jadi ayo jangan ragu lagi untuk mulai nontonnya! Ohya, bisa ditonton secara legal di Netflix yah^^

Sebenarnya aku udah nonton ini dari bulan Desember kemaren, dua hari setelah dirilis. Tapi entah kenapa baru sempat nulis sekarang hehe. Trus kemaren juga baru selesai namatin Extracurricular, jadi mungkin postingan selanjutnya akan membahas kdrama ini. Another Netflix gem! Stay tune!

Sekian buat review kali ini. Makasih sudah baca, have a nice day all :)

Rate : 10/10 (YEP I LOVE THIS SERIES SOOO MUCH<3)

Share:

Saturday, November 21, 2020

Review : Gekijou / Theater (Japanese Movie 2020)

 Yamaken mendapatkan peran yang 180 derajat berbeda dari peran yang pernah ia mainkan sebelumnya. Prince Live Action ini tampil dengan tubuh kurus ceking dan brewokan sebagai Nagata, penulis naskah teater yang sangat bergantung kepada sang pacar. Apakah dia akan selamanya menggantungkan hidupnya pada sang kekasih atau akhirnya ia bisa menjadi mandiri?

Ps: contains spoiler so prepare yourself

sumber: Asianwiki

Movie details

Judul: Gekijou (Theater)

Genre: Romance

Pemain: Kento Yamazaki, Mayu Matsuoka

Sutradara: Isao Yukisada

Penulis: Naoki Matsuyoshi (novel), Ryuta Horai

Tanggal rilis: 17 Juli 2020 (Amazon Prime)

 

Sinopsis

Nagata adalah seorang penulis naskah teater yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain sehingga pementasan teaternya sering kali tidak laku. Suatu hari ia bertemu dengan Saki, seorang mahasiswi perantau di Tokyo yang bercita-cita menjadi aktris. Naga pun jatuh cinta dengan Saki yang berkepribadian polos dan ceria namun hubungan mereka menjadi sejak mereka tinggal bersama di apartemen Saki. Naga yang tidak punya uang menggantungkan hidupnya dengan pacarnya dan tidak pernah ikut andil untuk membayar tagihan bulanan.

Kembali lagi bersama review-an Velin yeay!

Kali ini aku mau bahas film terbarunya Yamazaki Kento alias Yamaken. Siapa sih yang ga tau Yamaken? Aktor yang sering memerankan tokoh utama dalam film-film shoujo yang diangkat dari manga/anime ini sering disebut Prince Live Action. Hampir setiap ada project LA, Yamaken selalu jadi karakter utama. Yah, ga selalu sih tapi sering. Dan karena itu, setiap ada proyek film barunya, orang-orang udah skeptis duluan soal kemampuan aktingnya. Yap, dia hampir selalu memerankan cowok dengan karakter dingin dan populer.


Tapi tunggu dulu. Bagi kalian yang menganggap bahwa akting Yamaken membosankan karena selalu memerankan karakter dengan sifat yang mirip, film Gekijou ini pasti akan mematahkan argumen tersebut. Yamaken yang tampil brewokan sukses memerankan karakter Nagata, seorang penulis naskah teater yang miskin.

Nah sebelum masuk ke review, aku mau kasih rekomendasi dulu nih.

Buat kalian yang suka dengan hal-hal berbau Jejepangan, entah itu budaya, makanan, pendidikan, entertainment atau apa pun itu, aku punya satu rekomendasi website yaitu WeXpats Japan.



WeXpats Japan ini adalah website berbahasa Indonesia yang banyak membahas hal-hal tentang budaya dan kehidupan orang Jepang. Jadi yang berminat mau pindah/sekolah/kerja disana, coba deh kepoin webnya, banyak tips dan trik menarik>.< Nah bagi yang berminat cari kerja di Jepang, tenang aja, di WeXpats Indonesia ini kalian bisa juga cari lowongan kerja disana, bisa full time maupun part-time, tentunya dengan  bahasa indonesia. Ini membantu banget loh, biasanya kan kalo mau nyari lowongan di Jepang lokernya kan pake bahasa Jepang, nah kalo ini udah tersedia Bahasa Indonesianya. Very helpful. Selain itu disana kalian juga bisa diskusi di forum yang disediakan. Jadi kita bisa ngobrol sama temen-temen lain yang punya hobi Jejepangan yang sama. Seru kan?~

Kalau kalian kepo, boleh dicek nih websitenya:

https://we-xpats.com/id/guide/as/jp/ untuk panduan tinggal di Jepang,

https://we-xpats.com/id/job/as/jp/ untuk  lowongan kerja, dan

https://we-xpats.com/id/forum/as/jp/ untuk forum diskusi.

Oke sekarang mari kembali ke Gekijou.

Review kali ini akan sedikit berbeda. Karena Gekijou ini adalah film romance dengan taburan slice of life, maka aku akan membahas love life kedua karakter di film ini saja. Sejujurnya aku kurang suka nonton film atau drama yang hanya terfokus pada romance, setidaknya harus ada genre lain di dalamnya seperti comedy, baru deh aku mau nonton. Tapi kali ini beda soalnya ini yang main Yamaken sama Matsuoka Mayu jadi wajib ditonton sih hehe. Terlebih ada mba Mayu, salah satu aktris kesukaanku jadi ya pastinya ga boleh dilewatin begitu aja.

Ohya, seharusnya film ini rilis di bioskop tanggal 15 April (uhuk, ultahnya Daichan, uhuk) kemaren tapi gara-gara pandemi, jadilah tanggal rilisnya ditunda dulu. Dan akhirnya film ini rilis di Amazon Prime tanggal 17 Juli 2020. Waw! Jarang-jarang sih aku denger film Jepang rilis di aplikasi Amazon Prime ini, apa mungkin aku nya yang mainnya kurang jauh?

Anyway, langsung saja review-an kali ini.

Kedua tokoh utama bertemu secara tidak sengaja ketika mereka sedang melihat lukisan monyet di Shibuya Art Gallery. Naga sedang sibuk memperhatikan lukisan tersebut dan tiba-tiba datanglah Saki yang rupanya juga punya ketertarikan yang sama. Tak lama, ia pun pergi namun ia dibuntuti oleh Naga. Perempuan itu pun ketakutan dan dengan awkward-nya Nagata memberanikan diri menyapanya dan berkata “Sepatu kita sama.” sambil mendekatkan kakinya. Cara Naga mendekati Saki ini lucu juga, hanya gara-gara sepatu yang sama ia tiba-tiba saja tertarik dengan Saki haha.

Tentu saja Saki merasakan betapa anehnya laki-laki itu. Ia pun menggeleng “Tidak, mereka tidak sama.” dan berusaha menjauh. Namun Nagata tidak menyerah, ia terus berusaha mengajak Saki ngobrol dan akhirnya perempuan itu setuju untuk pergi minum berdua dengan Naga.

Saki ternyata adalah seorang aktris teater dan sedang berkuliah di jurusan yang sama. Ia merasa excited ketika tahu bahwa Nagata merupakan seorang penulis naskah teater dan mereka pun menjadi dekat.

“Saki walked with me at an ideal pace. I don’t like it when people walk faster than me, and I hate when they walk slower. I only like people who walk at my pace.” ─Nagata.

Nagata yang diperankan oleh Yamazaki Kento ini menurutku karakternya toxic abis. Karakter Nagata bener-bener se-annoying itu. Dia tuh cowo brengsek, ga tau diuntung. Nagata ini tinggal bersama Saki di apartemennya Saki, dan tidak membayar sewa sama sekali. Selain itu dia juga tidak pernah berkontribusi apa-pun dalam hal keuangan, semua tagihan listrik, air dan lainnya Saki yang bayar. Ketika Saki mencoba membahas hal ini, Nagata akan mulai mengalihkan pembicaraan atau terkadang lebih parah, ia akan marah. Tapi Saki tetap tidak pernah marah ataupun kesal. Dia hanya sedih sebentar setelah itu ia lupa begitu saja. See? Udahlah brengsek, ga tau diuntung pula. Memang toxic sekali mas Nagata ini.

Masih belum cukup sampai segitu, Naga bilang dia benci ibunya Saki hanya karna hal sepele. Saat itu Saki menerima kiriman dari ibunya di kampung dan sambil ketawa, dia bilang “Ibu bilang dia ga suka makanan yang dikirimin dimakan sama cowok yang engga dia kenal.” Karena perkataan Saki tersebut, tiba-tiba Naga marah dan bilang “Aku benci ibumu.” Padahal, menurutku pribadi, apa yang dikatakan ibunya Saki ini hanya bercanda. Pertama, karena Saki mengatakannya sambil ketawa dan tentu saja itu cuma sarkasme ibunya saja yang mungkin merasa sedikit kecewa karena belum dikenalkan pada pacar anaknya sendiri. Tapi Naga yang lagi-lagi gagal memahami perasaan orang lain membuat Saki kecewa karena ucapannya.

“I have some disease that prevents me from listening to other people.” ─Nagata.

Ada lagi hal remeh yang membuat Saki menjadi sasaran kemarahan Nagata. Hari itu Naga pulang ke apartemennya Saki dan melihat sebuah buku baru di atas meja yang baru saja dibelikan oleh gadis itu. Naga pun mengeluarkan buku yang sama dari dalam tasnya dan berkata, “Kamu ngapain beli buku itu? Ini aku juga beli bukunya tadi.” Saki pun tertawa dan menganggap itu hal konyol karena mereka berdua punya pikiran yang sama untuk membeli buku yang sama. Namun berbeda dengan Naga yang kemudian marah. “Harusnya kamu tanya aku dulu. Kan ini jadinya pemborosan.” Lucu ya mas Naga ini, padahal mau dikasih surprise sama mba pacar tapi mba nya malah dimarahin. Huft.

Selain suka memarahi Saki, Naga juga adalah seorang yang cemburuan, namun dengan cara yang negatif. Suatu hari Saki pulang dengan sebuah scooter baru dan memamerkannya pada Naga. Ia berkata kalau scooter itu diberikan oleh seorang teman laki-lakinya dari kampus karena temannya tersebut punya satu scooter yang tidak terpakai. Dengan pemikiran negatifnya, Naga berpikir bahwa temannya Saki ini suka dengan Saki sehingga memberikan scooter tersebut secara cuma-cuma. Karena kecemburuan ini pulalah, Nagata merusak scooter ini dengan sengaja tanpa sepengatahuan Saki dan berbohong padanya kalau ia mengalami kecelakaan. Aneh banget ga sih ini cowok?? Pffft.

Ketika akhirnya Naga mendapatkan pekerjaan sebagai penulis artikel dari seorang kawan lama, ia pun memutuskan untuk move out dari apartemen Saki. Walaupun uang yang ia punya belum cukup namun ia berusaha meminjam karena ia sadar selama ini ia hanya menjadi beban bagi Saki. Tapi Naga selalu kembali ke Saki apa pun keadaannya. Ketika malam hari ia merasa kesepian dan tidak ada tempat untuknya untuk “berteduh”. Ia pun selalu menyelinap ke apartemen Saki setiap malam hanya agar merasa aman dengan kehadiran perempuan itu di dekatnya.

“I thought I was scared of not being able to protect her from whatever, but I was actually the one being protected.” ─Nagata.




Naga juga suka melarang Saki untuk datang dan menonton pertunjukan teater karya penulis lainnya dengan alasan yang tidak jelas. Saki yang selama ini hanya tersenyum dan selalu ceria ketika menghadapi Naga, akhirnya meledak juga emosinya. “Selama ini aku selalu memahamimu, tapi sekarang aku tidak mengerti lagi. Kau bahkan marah ketika aku memuji Clint Eastwood.” Like bruh?? Masa dia marah waktu Saki muji selebriti? HAHA. Saki bilang kalau ia selalu memuji Naga di setiap pertunjukan teaternya, namun tidak sebaliknya. Naga tidak pernah memuji kemampuan akting Saki sekalipun, termasuk pada saat Saki terlibat dalam pertunjukan yang ditulis oleh Naga dan mendapatkan kesuksesan besar. Tidak satu kata pun keluar dari mulut Naga untuk Saki.

Ketika Saki sudah mulai kesal dengan tingkah laku Naga, disaat itu pulalah Naga sadar bahwa ia tidak ingin kehilangan gadis itu. Ia berusaha memperbaiki sifatnya dan ia menunjukkan dengan sungguh-sungguh. Ketika suatu malam Saki menangis karena seorang hairstylist mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati, Naga langsung marah dan segera menelepon orang tersebut. Tidak hanya sampai disana, Naga bahkan menerobos hujan pergi ke kantor laki-laki itu karena telah menghina sang kekasih.

Satu scene yang sangat aku suka yaitu ketika Nagata berusah memperbaiki sifatnya dengan cara menjemput Saki dari tempat kerjanya. Dengan semangat dan sedikit awkward karena ia baru saja bertengkar dengan Saki, dia pergi ke rumah bosnya Saki karena ternyata ia berada disana. Mereka pun pulang dengan sepeda. Selama scene boncengan sepeda yang cukup panjang ini, Naga mengoceh sendirian seolah ia sedang bermonolog, sementara Saki yang hanya bisa menangis di belakang karena ocehannya. Dari scene inilah aku mulai bisa merasakan kehangatan Naga. Dia hanya seorang laki-laki yang sulit mengungkapkan perasaannya pada sang kekasih. Bukannya berkomunikasi dengan baik, Naga malah sering marah-marah gak jelas.

I wasn’t sure what I was angry at anymore. Maybe I hated her pure and innocent personality. When her kindness touched me, it emphasized my ugliness, irritating my sense of inferiority and making me feel more bitter.” ─Nagata.



Setelah menonton ini aku mendapatkan kesimpulan kalau Naga ini sesungguhnya menyayangi Saki namun ia menunjukkannya dengan cara yang salah. Sifat polos dan ceria yang dimiliki Saki ini membuatnya kebingungan, kenapa ada orang yang se-carefree itu. Di sisi lain, Saki juga menyukai Naga namun kewalahan dengan sifat laki-laki itu. Pada awalnya ia memang bisa menghadapinya namun lama-lama ia lelah karena harus selalu menjadi pihak yang mengalah. Di akhir, keduanya sadar kalau mereka terus bersama, hubungan mereka akan terus seperti itu.

Part yang paling aku suka di film ini tentu saja di bagian ending. Scene terakhir ketika Naga dan Saki, yang hari itu berkunjung ke apartemennya yang lama, membicarakan tentang masa depan mereka berdua ternyata adalah bagian dari pementasan yang dibintangi Naga bersama aktris lain. Sementara Saki yang asli duduk di kursi penonton sambil menangis. Gadis itu sudah merelakan Naga dan datang berkunjung dari kampung halamannya hanya untuk menonton teater tersebut.

Tidak dijelaskan secara eksplisit scene terakhir ini karena film Gekijou dibuat dengan open ending. Menurutku Naga menulis naskahnya berdasarkan kisah cintanya dengan Saki dan ini beneran sedih parah. Aku sampe nangis di bagian ending ini hiks. Ya bayangin aja itu seharusnya bisa happy ending ketika Saki sama Naga ngehalu kehidupan mereka selanjutnya, eh tiba-tiba itu cuman bagian dari pementasan teater. Merasa ditipu. Tapi overall, endingnya cocok sih, karena ya kalau mau dipaksain juga hubungan mereka memang ga bakal bisa dilanjutin. Dua jempol buat penulis film ini. T_T

By the way, banyak bilang kalau film ini ngebosenin. Jujur aja nih, menurutku paruh pertama film ini emang bikin ngantuk bahkan aku sampai tiga kali terputus nontonnya dan baru beberapa hari kemudian melanjutkan kembali. Beberapa review yang aku baca pun bilang begitu. Alur film ini sangat lambat di awal karena masih menceritakan awal mula hubungan Saki – Nagata. Tapi percayalah, paruh akhir film ini seru dan terutama di ending, karena seperti yang sudah aku spoiler-in HAHAHA. Jadi ini beneran worth to watch^^

Rating: 9/10 (ga bisa kasih 10/10 karena sedikit ngebosenin lol)


Bonus: Yamaken brewokan uwu

 

 




Share:

Thursday, October 1, 2020

Review : Guilty: Kono Koi wa Tsumi Desuka (Jdrama 2020)

 Suamimu selingkuh sama sahabatmu sendiri! Terus kamu ketemu sama first love-mu zaman SMA dulu. Apakah kamu akan memaafkan suamimu dan berbaikan atau malah selingkuhin balik dia dengan cara balikan dengan mantan pacarmu?

official poster drama Guilty [source: Asianwiki]

Drama details

Judul: Guilty: Kono Koi wa Tsumi Desuka

Pemain: Yua Shinkawa, Keita Machida, Yurika Nakamura, Fuju Kamio, Teppei Koike

Sutradara: Yo Kawahara, Masaki Hayashi, Kenta Noda

Jumlah episode: 10

Stasiun tv: NTV, YTV

Sinopsis

Sayaka Ogino adalah seorang wanita karir yang bekerja di salah satu perusahaan majalah fashion. Ia sudah enam tahun menikah dengan pria tampan bernama Kazuma Ogino namun mereka belum dikarunai anak. Suaminya selalu mengalihkan pembicaraan ketika Sayaka ingin membahas tentang masalah tersebut. Suatu hari ia mendapati bahwa suaminya berselingkuh dan sudah sering tidur bersama dengan sahabatnya sendiri. Ia pun marah besar. Sementara itu ia bertemu dengan cinta pertamanya, Keiichi Akiyama, setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu. Tidak bisa dipungkiri bahwa Sayaka masih mempunyai perasaan pada Akiyama karena lelaki tersebut selalu punya tempat yang spesial di hatinya. Sayaka pun dihadapkan dengan pertanyaan: mana yang lebih jahat: selingkuh hanya dengan fisik alias hanya menjadi teman tidur atau selingkuh dengan perasaan?


[source: modelpress]

Kembali lagi dalam review-an Velin yeay!

Kali ini aku mau kasih review drama yang tayang bulan April kemarin yang berjudul Guilty: Kono Koi wa Tsumi Desuka (selanjutnya disingkat Guilty). Drama ini berjumlah 10 episode dan dibintangi beberapa bintang ternama di Jepang seperti Yua Shinkawa dan Keita Machida. Yang menarik, tema yang diangkat adalah tentang perselingkuhan. Yap, lagi-lagi aku bahas drama tentang perselingkuhan. Ini sebenernya hanya personal preference-ku, gatau kenapa seneng banget nonton film atau drama dengan tema ini. Suka greget aja gitu nonton ginian hehe.

Nah, sebelumnya, aku juga sudah bahas drama dengan tema serupa yaitu Hirugao dan bisa dicek di sini. Sejujurnya ekspektasiku cukup tinggi dengan drama Guilty ini. Tidak harus sampai seapik Hirugao, namun di bawah itu sedikit. Tapi, setelah menonton drama ini, jujur aku kecewa. Ternyata drama ini jauh dari ekspektasiku. Ada beberapa hal yang kurang “nendang” dari drama ini dan sudah aku rangkum dalam beberapa poin berikut:

  • Terlalu sinetron

Yes. Ini adalah poin yang terlalu mengecewakan buatku. Storyline drama Guilty ini terlalu sinetron, menurutku. Jalan ceritanya terlalu banyak “kebetulan-kebetulan” yang terlalu dibuat-buat. Terlalu banyak hal-hal yang berhubungan dan terlihat dipaksakan. Hm, tidak bisa disebutkan sih apa saja hal-hal yang mengganggu ini karena akan menjadi spoiler nantinya tapi yang pasti semua karakter di drama ini masih ada hubungan keluarga satu sama lain dan saling mendendam. Terasa kaya sinetron banget, kan?  

  • Akting pemeran utama pria masih biasa saja

Mohon maaf sebesar-besarnya untuk mas Keita Machida, tapi aktingmu b aja mz :( Aku ga tau ini memang tokoh yang diperankan mempunyai karakter yang flat dan tidak terlalu ekspresif, tapi menurutku ini sangat fatal. Tapi ada di beberapa scene yang membuatku jatuh hati pada si softboy Akiyama karena caranya yang lembut dalam menghadapi perempuan. Ini menjadi bukti kalau sebenarnya Keita bisa lebih baik lagi.

Akiyama [source: Pinterest]

Di samping beberapa kekurangan di atas, ada beberapa hal yang membuatku enjoy dan berhasil menamatkan drama Guilty ini:

  • Akting pelakor sangat memukau

Percayalah selama sang pelakor, Rui Okawa, on screen, aku ga bisa diam karena berbagai umpatan keluar dari mulut. Sekesel dan sebenci itu ngeliat dia muncul. Tapi sebenernya aku cuma kesel sama karakternya dan malah memuji habis-habisan aktris yang memerankan tokoh tersebut, Yurika Nakamura berhasil memerankan karakternya dengan brilian dan membuat penonton membencinya seolah-olah tokoh tersebut benar-benar nyata. Bravo, mbak! Sebelumnya aku udah pernah drama dia bareng Minami Hamabe, yaitu Kakegurui dan menurutku dia ga terlalu menonjol di sana. Makanya aku kaget nih aktingnya si mba udah makin jago aja di drama Guilty ini.

  • Outfit heroine dalam drama ini lucu-lucu!

Mungkin karena cakep trus badannya Yua Shinkawa juga body goals banget, apa pun outfit yang dia pake selama di drama ini semunya cocok buat dia. Mana doi juga tinggi banget kan, dahlah itu OOTD-mu selalu on point banget mba, aku iri:’) Jujur aku suka ngeliatin outfit mba-mba di drama yang kerjaannya kantoran gitu. Kenapa outfit mereka pada lucu-lucu sih? Hatiku bilang pengen punya outfit kayak gitu tapi sayang dompetku ga setuju hiks.

Sayaka & Akiyama on a date. Look at her outfit, so cute! [source: Instagram]

  • Visual para pemain sangat memanjakan mata

Terakhir, alasanku betah nonton ini ya karena visual para pemain haha. Tentu saja, karena lihatlah deretan pemainnya: Yua Shinkawa, Keita Machida bahkan sampai si dedek Kamio Fuju juga semuanya good looking. Tapi yang paling bikin aku histeris yaitu karena ada sedikit kejutan di beberapa episode terakhir: Dori Sakurada muncul! Aku ga expect bakalan ada Dori di drama ini jadi begitu dia muncul, langsung lah jiwa haus ikemen ini bergejolak alias aku teriak! Haha. Secinta itu sama Dori:’)

Jadi segitu aja dulu review drama Guilty. Review kali ini cukup singkat karena nulisnya juga ngebut hehe.

Apakah aku merekomendasikan drama ini? Hm, tidak terlalu. Mungkin bagi yang gabut dan tidak punya daftar tontonan lagi, bolehlah untuk mencoba menontonnya tapi jika tidak, masih banyak drama yang lebih seru untuk ditonton.

Rate: 4/10

Share: